Categories: KEEROM

Terapkan IB Untuk Tingkatkan Ternak Sapi 

Bupati  Keerom Muh Markum SH MH MM  didampingi Ketua DPRD Bambang Mujiono dan peternak saat melakukan  inseminasi buatan  (IB) di Kampung Wiantre, Distrik Skanto, Rabu (5/8). ( FOTO: Noel/Cepos)

JAYAPURA – Bupati  Keerom Muh Markum SH MH MM mengungkapkan bahwa peternak sapi di Indonesia sebagian besar dalam berusaha ternak sapi masih secara tradisional, bahkan beternak dianggap sebagai usaha sampingan. Di sisi lain kata dia produktivitas ternak sapi potong maupun sapi perah beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan menurun, sementara jumlah penduduk terus meningkat.

  Untuk menyikapi meningkatnya kebutuhan masyarakat, maka salah satu upaya untuk meningkatkan populasi dan produktivitas ternak sapi dapat dilakukan melalui kawin suntik yang dalam bahasa ilmiahnya adalah artificial insemination (AI) atau inseminasi buatan (IB). hal tersebut adalah sebagai salah satu upaya penerapan teknologi tepat guna untuk meningkatkan populasi dan mutu genetik ternak, sehingga dapat menghasilkan keturunan dari bibit pejantan unggul.

  ‘’Kegiatan Inseminasi Buatan atau IB, untuk peternak di Kabupaten Keerom diharapkan menjadi motivasi untuk kedepan bisa mempunyai bibit unggul di Kabupaten Keerom khususnya untuk sapi,’’ kata Bupati   Markum, di Kampung Wiantre, Distrik Skanto, Rabu (5/8).

  Selain itu, kata Bupati terkait permintaan para peternak sapi agar disiapkan pasar hewan, Pemkab Keerom sendiri telah menyiapkan di pasar Afijar namun masih harus dimaksimalkan.  “Jadi untuk pasar hewan dan pemotongan hewan sebenarnya sudah ada di pasar Afijar, tinggal dimaksimalkan kegunaannya, sedangkan untuk pakannya Pemkab Keerom Bersama DPRD akan di anggarkan tahun depan, karna tahun ini dalam situasi pandemik Covid-19 kita focus di kesehatan manusia,’” ujar Bupati.

   Ketua DPRD Kabupaten Keerom, Bambang Mujiono mengatakan dengan potensi limbah pertanian jagung mestinya ini menjadi potensi dan keerom didukung dengan Iklim tropis, dan kondisi hari ini menjadi tantangan petani dan Peternak. “Kita harus inovatif dan kreatif  agar

bisa hasilkan pakan sapi sendiri,” katanya. (oel/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Disambut Suka Cita dan Gelar Syukuran

Setelah hampir empat bulan terhenti akibat pemalangan sekolah, aktivitas belajar mengajar di SD Inpres Kampung…

3 minutes ago

Cegah Narkoba Masuk Sekolah, Polda Papua Edukasi Siswa SMPN 1 Sentani

Para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai jenis narkotika yang beredar di masyarakat, di antaranya ganja…

1 hour ago

KPK Tahan Empat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Iklan BJB

Mereka masing-masing di antaranya Widi Hartoto, selaku Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB periode 2020-2024;…

6 hours ago

Pendapatan Negara di Papua Tembus Rp2,9 Triliun

Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…

3 days ago

Persipura Bermarkas di Gelora Delta Sidoarjo

Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…

3 days ago

Libatkan Pemda dan Masyarakat Adat Atau Hentikan!

Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi, di antaranya sanitasi tempat…

3 days ago