

Jajaran KPU Keerom saat melakukan FGD di Afso beberapa waktu lalu.(istimewa)
KEEROM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Keerom menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka evaluasi penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Bupati dan Wakil Bupati tahun 2024 beberapa hari lalu.
Salah satu poin utama dalam diskusi adalah penyampaian formular C-Pemberitahuan KPU kepada pemilih yang selalu terlambat sehingga dapat mengganggu pelaksanaan pemungutan suara di TPS.
Keterlambatan pendistribusian yang berdampak pada terlambatnya penyampaian ke pemilih, tidak tepat sasaran, diserahkan bukan kepada pemilik langsung, serta penyampaian secara kolektif bukan oleh KPPS.
Selain itu, aspek teknis seperti distribusi logistik, kesiapan Tempat Pemungutan Suara (TPS), serta penerapan teknologi dalam pemilihan juga menjadi fokus evaluasi.
Dari hasil kegiatan ini, diharapkan dapat dirumuskan rekomendasi konkret untuk memperbaiki sistem pemilihan di Sleman. Rekomendasi tersebut akan dituangkan dalam laporan evaluasi yang nantinya menjadi acuan bagi KPU Sleman dalam menghadapi pemilihan berikutnya.
Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Keerom, Izac Zet Matulessy, menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh elemen yang terlibat dalam penyelenggaraan Pilkada.
Page: 1 2
Bagi Kota Jayapura, keberhasilan Nelce bukan sekadar prestasi seorang pelajar. Ada nama sekolah, keluarga, Kota…
Ada yang berbeda dari launching Persipura kali ini. Untuk pertama kalinya, rangkaian launching akan digelar…
Plt. Kepala BPS Papua, Akhmad Jaelani, mengatakan karakteristik wilayah Papua membuat proses pendataan membutuhkan…
Penyaluran bantuan pangan ini menyasar 37.401 penerima bantuan pangan yang tersebar di 25 kelurahan dan…
Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Papua bersama seluruh DPD PAN tingkat kabupaten/kota…
Status baru sebagai ASN membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi kepada negara…