Categories: BIAK

Biak Jadi Sentra Pengiriman Daging Babi ke Zona Merah

BIAK – Demam Babi Afrika (African Swine Fever/ASF) menjadi ancaman serius bagi peternakan babi di Tanah Papua. Pejabat Kantor Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua, Dokter Hewan Awit Dyah A. Naomi, mengungkapkan bahwa Provinsi Papua Pegunungan dan Papua Tengah telah ditetapkan sebagai zona merah wabah ini.

Menurut Awit Dyah A. Naomi, Papua Tengah bahkan telah menerapkan penutupan total, melarang sama sekali masuknya babi dan produk olahannya. Sementara itu, Papua Pegunungan masih memperbolehkan penerimaan babi dan produknya, namun dengan syarat adanya rekomendasi pemasukan dan rekomendasi dari Dinas Pertanian Pangan Provinsi Papua Pegunungan.

Untungnya, Biak justru menjadi produsen utama dan sentra pengiriman daging babi ke wilayah Papua Pegunungan, khususnya Jayawijaya. “Memang selama ini kita masih melakukan penerbitan sertifikat untuk daging babi ke wilayah Papua Pegunungan. Rekomendasi di dari Dinas Pertanian Pangan Provinsi Papua Pegunungan,” jelas Awit Dyah A. Naomi, Selasa (20/5).

Kabar baiknya, Provinsi Papua, termasuk Biak, Serui, dan Waropen, hingga saat ini masih nihil kasus Demam Babi Afrika. Meskipun demikian, kasus ASF sempat ditemukan di wilayah Kabupaten Jayapura, namun saat ini sudah berangsur menurun dan berhasil ditangani.

Awit Dyah A. Naomi menjelaskan bahwa frekuensi pengiriman babi hidup dari Biak memang masih sedikit, hanya satu atau dua ekor. Namun, volume pengiriman daging babi sangat tinggi.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Nasib Rahmad Darmawan Ditentukan Pekan Depan

Menurut RD, Manajer Persipura, Owen Rahadiyan telah menjalin komunikasi untuk mengadakan pertemuan tatap muka di…

1 day ago

Lagi, 7 Jenazah Korban Jembatan Roboh Ditemukan

Kapolres Jayawijaya AKBP. Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK menyatakan sejak hari pertama kejadian, 6…

1 day ago

Polda Papua Pastikan Seleksi Bintara Polri Transparan

Pelaksanaan tes akademik tersebut berlangsung di beberapa lokasi, di antaranya IPDN Papua, Ian Fattahul Muluk…

1 day ago

Siap Bentuk Mutiara Digital di Batas Kota, Melawan Keterbatasan dengan Prestasi

Berbeda dengan sekolah-sekolah di jantung kota yang memiliki ribuan murid, SMKN 8 Jayapura memiliki jumlah…

1 day ago

Abisai Rollo : Keberhasilan Implementasi Otsus Diukur dari Dampak yang Dirasakan Langsung oleh Warga Papua

Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menegaskan, kepala daerah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh…

1 day ago

2027, Pemkam Holtekam Fokus Perkuat Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal

Pemerintah Kampung Holtekam akan memfokuskan program pembangunan tahun 2027 pada penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan…

2 days ago