

Ikan yang sudah dikemas rapi saat dinaikkan ke pesawat dan selanjutnya dikirim dengan tujuan Jepang di Bandara Undara Frans Kaisiepo Biak, Kamis (22/9), kemarin. (FOTO : FIKTOR PALEMBANGAN/CENDERAWASIH POS )
BIAK-Pemerintah Kabupaten Biak Numfor terus mendorong upaya peningkatan ekspor ikan tuna segar ke Jepang. Salah satunya dengan meminta dukungan pihak terkait, khususnya penambahan jadwal pernerbangan Garuda Indonesia masuk ke Biak.
Dalam 5 pekan terakhir, total ekspor atau pengiriman ikan tuna segar dari Biak dengan tujuan Jepang telah mencapai 18 ton lebih. Pengiriman itu dilakukan sesuai dengan jadwal maskapai penerbangan Garuda Indonesia ke Biak (hanya satu kali pengiriman dalam satu pekan karena jadwal Garuda Indonesia terbatas).
Dari pegiriman 18 ton itu, sudah termasuk pengiriman yang dilakukan sebanyak 4,51 ton, Kamis (22/9). Diharapkan kedepannya, kuantitas atau jumlah ikan tuna segar jenis Big Eye dan Yellow Fin terus mengalami peningkatan.
“Secara rutin pengirimannya sudah dilakukan ke Jepang, berbagai upaya terus dibangun oleh pemerintah daerah dalam hal ini Pak Bupati, supaya kedepan ada peningkatan,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Biak Numfor, Efendi Igiriza, S.Pi.,MM.
Dikatakan, bukan hanya pengiriman ke luar negeri, namun pengiriman ke sejumlah daerah lainnya termasuk ke Surabaya untuk tuna beku juga terus dilakukan. Tuna segar dan jenis ikan lainnya dibekukan di Cold Storage berkapasitas 200 ton.
“Berbagai upaya terus dilakukan Pak Bupati, salah satunya dengan terus membangun komunikasi agar pengelolaan dan ekspor ikan terus ditingkatkan. Termasuk diupayakan supaya kedepan bagaimana supaya ada pabrik pengelolaan ikan, dan ini terus dipersiapkan, dan menjadi harapan semua pihak ikut mendukung,” tandasnya. (itb/tho)
Gelandang Persipura Jayapura, Bima Ragil, dipastikan bertahan dan kembali membela tim untuk musim kompetisi Liga…
Seluruh pihak harus bersama-sama mendorong lahirnya generasi muda yang bangga terhadap identitas dan warisan…
Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, menegaskan tindakan menghilangkan nyawa seseorang secara sengaja merupakan…
Mewakili Rektor Uncen, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Uncen, Dr. Septinus Saa, S.Sos, M.Si.,…
Evakuasi dua korban tewas—pasangan suami istri bernama Yentinus Kogoya dan Pam Wendakme—diwarnai kontak tembak antara…
Inovasi tersebut diluncurkan 21 Juli 2026, bertepatan dengan penyerahan 192 siswa baru. Aplikasi presensi…