

Kasintel Rizki Adrian, Kasipidsus Putu Intaran, dan Kasi Pidum Stevy Bonsapia, tim penyidik pada Kejaksaan Negeri Biak memberikan keterangan pada awak media, Senin (21/7). (foto:Ismail/Cenderawasih Pos)
BIAK – Kasus dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan eks Pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Samofa dan Supiori, MIA, semakin mengungkapkan dampak besar dari penyalahgunaan dana, baik itu uang nasabah maupun dana sosial.
Tersangka, yang mengaku menghabiskan uang hasil kejahatannya untuk kegiatan foya-foya seperti judi online dan pesta minuman keras (miras), telah merugikan masyarakat luas, termasuk mereka yang membutuhkan dana sosial untuk pendidikan dan kesejahteraan, dan juga dana bantuan kelompok Tani.
Dalam penanganan kasus ini, Kasie Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Biak Numfor, Putu Intaran, mengungkapkan bahwa dana yang disalahgunakan oleh MIA tidak hanya berasal dari rekening nasabah BRI, tetapi juga mencakup dana Bansos dan Program Indonesia Pintar (PIP) dari Kemendikbud yang seharusnya digunakan untuk mendukung masyarakat, khususnya di wilayah Biak dan Supiori.
“Tersangka MIA mengaku telah menggunakan dana yang seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat untuk berjudi online dan pesta miras. Semua uang yang ia curi sudah habis,” kata Putu Intaran.
Page: 1 2
Perhatian tersebut terutama menyangkut aktivitas pembangunan di kawasan yang memiliki potensi rawan bencana, seperti…
Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) memberikan perhatian serius terhadap pernyataan-pernyataan yang disampaikan…
Abisai menegaskan, pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara konsisten sesuai standar dan waktu yang…
Gubernur Papua, Matius Fakhiri mengatakan, pembentukan tim dilakukan untuk memastikan kejelasan status dan riwayat…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua membentuk tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru sebagai bagian dari upaya…
Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meresmikan 3 ruangan yang…