Categories: BIAK

Keselarasan Pendidikan Vokasi harus Selaras dengan Dunia Kerja

BIAK NUMFOR — SMKS Yapis TIK Biak mengadakan Workshop bertema “Analisis Kesesuaian Konsentrasi Keahlian dengan Kebutuhan Kompetensi Dunia Kerja” di Swissbelhotel Cendrawasih Biak, Sabtu (12/10).

Acara ini dihadiri oleh 25 peserta dari berbagai industri dan dunia kerja yang beroperasi di Kabupaten Biak Numfor. Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan kurikulum sekolah dengan tuntutan kompetensi di sektor industri, kantor, dan perusahaan.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor, Kamaruddin, S.Pd, menyampaikan pentingnya keselarasan antara pendidikan vokasi di SMK dengan kebutuhan dunia kerja (Dudika), agar lulusan SMK bisa terserap langsung di pasar kerja.

“Kita harus konsisten menyelaraskan pendidikan di SMK dengan kebutuhan pasar kerja. Dunia usaha dan industri harus berperan aktif, meskipun tantangan terbesar saat ini adalah keterbatasan sumber daya di SMK,” ujar Kamaruddin.

Ia menambahkan, kegiatan seperti ini sangat penting untuk memastikan lulusan SMK memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Penyelarasan ini akan membantu lulusan SMK lebih mudah beradaptasi dan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya.

“Harapannya, SMKS Yapis TIK Biak dapat terus menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten, tapi juga siap bersaing di dunia kerja. Keterlibatan Dudika dalam memberikan masukan sangat penting untuk memperbaiki dan menyesuaikan kurikulum yang ada,” tambahnya.

Kepala SMKS Yapis TIK Biak, Darsini, S.Pd., M.Pd., juga menekankan pentingnya peran aktif industri dalam pengembangan pendidikan vokasi. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah melalui program guru tamu dari berbagai sektor industri, serta pengembangan produk kreatif dan kewirausahaan berbasis Teaching Factory di sekolah.

“Kami berharap melalui workshop dan diskusi kelompok terfokus (FGD) ini, kita dapat menghasilkan lulusan yang unggul, kompeten, dan siap bersaing. Fokus kami tidak hanya pada pengembangan hard skill dan soft skill, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa yang kuat,” jelas Darsini. (il/wen)

 

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Kondisi Fiskal Papua Makin Berat Pasca Pembentukan DOB

Fakhiri menegaskan, penguatan regulasi Otonomi Khusus menjadi penting agar pembangunan di Papua tetap berjalan meski…

1 hour ago

Akhirnya Tiga Warga Australia Dimejahijaukan

Ketiga terdakwa tersebut yakni J. Victor Davis yang merupakan pilot dari  pesawat Piper PA 23-250…

2 hours ago

Sebagian Pelaku dari Luar, Mabes Polri Turun Tangan

Penanganan kasus kerusuhan usai laga Persipura Vs Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, menemukan fakta baru.…

3 hours ago

Tak Hanya Sedih Motor dan Mobil Terbakar, Tapi Juga Beri Dampak Traumatis

Selasa (12/5) pagi kemarin, layanan posko pengaduan masyarakat di Polres Jayapura terlihat sudah didatangi masyarakat…

4 hours ago

Pulau Kimaam Tak Boleh Dikorek Untuk PSN

Dimana pihak perusahaan telah mendapatkan izin operasional dari pemerintah pusat. Tinggal langkah terakhir yaitu meminta…

5 hours ago

Dari Retorika Kebijakan Menuju Aksi Teknis

Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya krusial untuk mengkalibrasi ulang implementasi Otonomi Khusus…

6 hours ago