Categories: BIAK

KKP Tangkap 2 Kapal Berbendera Philipina di Utara Pulau Biak

BIAK – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas praktik illegal fishing di wilayah perairan Indonesia. Dua kapal ikan asing berbendera Filipina berhasil ditangkap di Laut Pasifik Utara, Biak, Papua oleh Kapal Pengawas Hiu Macan 04 dalam operasi yang dikawal langsung oleh Stasiun PSDKP Biak.

Dalam konferensi pers di Dermaga BMJ, Jumat (9/5), Direktur Jenderal PSDKP, Dr. Pung Nugroho Saksono, S.Pi., MM., menyampaikan bahwa penangkapan ini merupakan hasil kolaborasi intelijen antara Pusat Pengendalian (Pusdal), aparat keamanan, dan kelompok masyarakat nelayan pengawas.

“Kapal ini sudah terdeteksi oleh Pusdal dan juga atas laporan nelayan. Jadi mata dan telinga kami bukan hanya di instansi, tapi juga masyarakat yang menjadi informan penting,” ujar Ipunk, sapaan akrabnya, saat jumpa Pers di Dermaga BMJ, Jumat (9/5) usai menyeret keuda kapal tersebut berlabuh di sana.

Dua kapal yang ditangkap terdiri dari satu kapal penangkap (TWIN J-04) dan satu kapal pengangkut (YANREYD-293). Kedua kapal diketahui telah berulang kali melakukan pemindahan hasil tangkapan dari wilayah Indonesia ke Filipina tanpa izin. Salah satu kapal bahkan sudah membawa kabur sekitar 60 ton ikan tuna kecil sebelum berhasil dihentikan.

“Nilai kerugian negara dari praktik ini diperkirakan mencapai Rp50 miliar. Karena diperkirakan sudah melakukan praktek ilegal fishing ini beberapa kali. Kapal-kapal tersebut menggunakan alat tangkap purse seine yang tidak hanya menangkap ikan dewasa, tetapi juga baby tuna yang seharusnya bisa dinikmati nelayan lokal saat sudah besar,” tegasnya.

Penangkapan ini menunjukkan eksistensi PSDKP di wilayah Indonesia Timur yang menurutnya sangat strategis dan rentan terhadap pelanggaran kedaulatan.  “Kami hadir di sini untuk memastikan laut kita terjaga. Sinergi dengan BIN, TNI AL, Kepolisian, dan aparat lain adalah kunci,” imbuhnya.

Sebanyak 32 awak kapal asal Filipina, termasuk satu awal asal Kepulauan Sangihe turut diamankan dan akan menjalani proses hukum di Biak. Kapal beserta alat tangkap dan sisa muatan ikan sekitar 5 ton dijadikan barang bukti. Proses hukum akan dilakukan oleh PPNS Perikanan, dan kedua kapal dipastikan akan disita negara.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Masih Syok! Sulit Lupakan Kenangan Tinggal di Rumah yang Kini Telah Hangus

  Para ibu tampak lebih banyak berbaring dan beristirahat di dalam tenda. Sementara sejumlah bapak…

14 hours ago

Mitos atau Fakta, Terlalu Banyak Makan Kacang Goreng Bisa Menyebabkan Jerawat?

Pada dasarnya, kacang bukan satu-satunya makanan yang dapat dikaitkan dengan munculnya jerawat. Jerawat dipengaruhi oleh…

15 hours ago

Pemerintah Klaim Pengangguran Turun 4,65%

Dalam acara Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Angkatan 4 yang digelar secara hibrida…

16 hours ago

Anggaran Podcast Kemenkop Capai Rp103 Miliar Dipertanyakan

Sorotan tersebut makin menguat lantaran realisasi anggaran tahun 2026 yang sebesar Rp72 miliar dilaporkan baru…

17 hours ago

Malaysia dan Brunei Bawa Kabut Asap Kalimantan ke ASEAN

Malaysia selanjutnya bersiap mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN. Menteri Luar Negeri Malaysia juga ditugaskan…

18 hours ago

Kepadatan Pengunjung Jadi Tantangan, Sepanjang Jalan rezeki Terus Mengalir

Memang, malam itu, santri asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, ini sedang menjalankan tugas untuk membersihkan sampah,…

19 hours ago