“Nelayan harus dibina secara berkesinambungan, bukan hanya diberi bantuan sesaat tanpa pendampingan. Begitu juga dengan sektor pariwisata, yang jika dikelola dengan baik, bisa menjadi motor penggerak perekonomian daerah,” tegasnya.
Selain itu, harga bahan pokok di Biak terus mengalami kenaikan, namun daya beli masyarakat justru menurun. Hal ini membuat kehidupan ekonomi masyarakat semakin sulit. Koo juga mengungkapkan bahwa aktivitas ekonomi pada malam hari yang dulunya ramai, kini mulai sepi. “Fakta di lapangan menunjukkan bahwa beberapa tahun lalu, aktivitas malam di Biak sangat ramai, namun sekarang sudah mulai sepi,” ujar Koo.
Dari pantauan di lapangan harga komoditas bahan pokok cenderung naik, mulai dari telur dan juga cabai rawit. Meski sempat surplus telur, kenaikan harga telur lebih diakibatkan harga pakan yang menyesuaikan dengan fluktuasi permintaan dan logistik pengiriman. Sedangkan untuk cabai rata-rata dipasaran mencapai harga 90-120 ribu perkilogramnya. (il/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Ia menjelaskan, anggaran yang dialokasikan untuk TPP ASN sebesar Rp7,5 miliar, sementara THR mencapai Rp25…
Ketua Bawaslu Papua, Hardin Halidin mengatakan laporan tersebut merupakan bentuk akuntabilitas lembaga pengawas pemilu atas…
Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Matius Pawara, menjelaskan bahwa rumah singgah tersebut disiapkan sebagai tempat…
Juru taktik Persipura, Rahmad Darmawan mengaku puas dengan etos kerja anak asuhnya. Menurutnya, pemusatan latihan…
Karena itu, menurutnya, pelayanan kepada masyarakat harus menjadi fokus utama perusahaan daerah tersebut. “Air bersih…
General Manager Kantor Cabang PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Sentani Jayapura, I Nyoman Noer…