Categories: BIAK

Di Biak Ada Kakek yang Lahir Saat 17 Agustus 1945

BIAK– Suatu kejadian yang menarik dan terbilang langka terkait hari kelahiran. Jika selama ini ada yang lahir saat 17 Agustus rasanya sudah banyak. Namun di Biak ternyata ada pria yang lahir saat moment 17 Agustus 1945 yang bersamaan dengan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI, yakni 17 Agustus 1945.

Pria tersebut bernama Maurits Rumaropen yang  tak lama lagi memasuki usia ke 79 tahun. Kakek ini ini justru pertama kali ditemukan oleh Dandim 1708/BN Letkol.Inf Marsen Sinaga saat berdiskusi bersama anak menantu dari pria tersebut. Dandim Marsen berupaya mengatur waktu pertemuan dengan Maurits Rumaropen secara langsung, di Kampung Ambroben, Senin (5/8).

Maurits bersama keluarga mengkonfirmasi bersama Pj Kepala Kampung Ambroben bahwa kelahiran dari Maurits Rumaropen benar adanya bertepatan saat hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Dibuktikan dengan dokumen-dokumen kependudukan yang disahkan oleh negara. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Staf Ahli I Setda Biak Numfor Fransisco Olla, dan PJ Kepala Kampung Anjerau Ambroben.

Suatu kebetulan yang tidak disangka kata Dandim 1708/BN yang juga memiliki inisial kode penomoran angka yang sesuai dengan hari kemerdekaan RI. Diakui Dandim, diirinya biasa menemukan warga Negera Republik Indonesia yang tanggal dan bulan lahirnya adalah 17 Agustus, namun tidak dan belum pernah menemui sosok yang lahir tepat di tahun 1945.

“Bapak ini dulu lahir  saat proklamasi kemerdekaan. Bukan suatu kebetulan dan ini  pertanda baik. Semoga bapak bisa panjang umur dan kedepan bisa ikut upacara dan difasilitasi negara upacara ke istana, minimal di kabupaten bapak bisa diundang sekaligus merayakan HUT RI,” ungkap Dandim 1708/ Marsen Sinaga.

Sementara menantu dari Maurits Rumaropen, Deddy Ronsumbre mengaku dirinya berterimakasih kepada Dandim 1708/BN karena menjadi satu-satunya pejabat yang datang mengunjungi dan memberikan motivasi kepada seluruh keluarga Maurits Rumaropen, selama ini. Ia menyebut kondisi ayahnya saat ini cukup fit. Meski diakui, pria yang lama bekerja sebagai pegawai Maskapai Merpati Airlines itu memiliki gangguan pendengaran. Namun dari sisi lain, kekuatan fisik, masih cukup baik.

Bahkan Maurits Rumaropen dikabarkan masih terus menjaga aset-aset peninggalan Merpati, meski tanpa digaji, diusia yang sudah terbilang senja. “Harapan kami tentu saja sebagai warga yang cinta tanah air, bapak kami bisa dibawa ke istana negara untuk mengikuti seremonial upacara HUT RI jika berkenan. Ini untuk kebanggan keluarga besar masyarakat Biak, dan juga orang Papua,” imbuhnya Deddy. Maurits Rumaropen saat ini memiliki 7 orang anak, 32 orang cucu dan 16 orang cicit. (il/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Kerentanan Sosial Muncul ketika Masyarakat Tidak Menghargai Budaya Setempat

   Perda ini mewajibkan seluruh bangunan dan fasilitas publik di wilayah Kota Jayapura untuk memasang…

3 hours ago

Rental Playstation Pasar Entrop Jadi Kedok Jualan Ganja dan Miras

   Saat melakukan pemantauan di kawasan Pasar Los Entrop, petugas mencurigai sebuah tempat usaha rental…

4 hours ago

Asosiasi Peternak Ayam Petelur Minta SE Gubernur Papua Dijalankan

  Ketua Satgas Asosiasi Peternak Ayam Petelur se-Tanah Tabi, Gatot Sugiantoro, mengatakan saat ini terdapat…

5 hours ago

Pemuda Katolik Harus Teguh dalam Iman, Nyata dalam Karya

   Abisai menegaskan bahwa Pemuda Katolik merupakan salah satu pilar penting bagi gereja dan bangsa,…

6 hours ago

Pemkot Berangkatkan 16 Warga Untuk Umrah Gratis

Suasana haru dan penuh syukur mewarnai pelepasan 103 calon jamaah umrah asal Kota Jayapura yang…

10 hours ago

Pikul Senjata, Dua Jenderal Turun Langsung ke Lokasi Pembakaran Pesawat

Tak tanggung-tanggung agenda ini sampai melibatkan dua jenderal yang langsung turun ke TKP. Salah satunya…

11 hours ago