

Petugas PMI Biak melakukan pengambilan donor darah dari masyarakat yang mendonorkan darahnya, Senin (3/2) kemarin. (Ismail/Cenderawasih Pos)
Capai 5.000 Kantong per Tahun
BIAK- Palang Merah Indonesia (PMI) Biak mencatat lonjakan signifikan dalam kebutuhan darah di wilayah tersebut. Jika pada tahun-tahun sebelumnya kebutuhan darah hanya berkisar 3.000 kantong per tahun, saat ini angka tersebut hampir dua kali lipat, mencapai 5.000 kantong darah setiap tahunnya.
Ferry Moningka dari PMI Biak mengungkapkan bahwa kondisi ini mendorong pihaknya untuk terus meningkatkan pelayanan kepada para pendonor darah. “Kami siap memberikan pelayanan langsung di mana saja di Biak, termasuk mendukung instansi-instansi yang ingin menggelar kegiatan donor darah,” ujarnya, Senin (3/2) kemarin.
Menurut Ferry, terdapat kesenjangan yang cukup besar antara kebutuhan darah dan ketersediaan stok darah di Biak. “Kami sangat terbantu dengan kegiatan donor darah di instansi-instansi. Mengandalkan donor perorangan saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan darah yang terus meningkat,” tambahnya.
Oleh karena itu, PMI Biak berharap partisipasi aktif dari berbagai instansi, baik instansi vertikal, TNI/Polri, sekolah-sekolah, hingga BUMN/BUMD di Biak, untuk mengadakan kegiatan donor darah secara rutin. Hal ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan darah yang merata untuk semua golongan darah.
PMI Biak terus berupaya menjawab tantangan ini dengan memperluas jaringan donor dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah secara rutin demi menyelamatkan lebih banyak nyawa. (il/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Selain capaian akademik, pihak sekolah juga mencatat tingkat retensi siswa yang sempurna. Hingga saat…
Kunjungan Menteri Dalam Negeri ke Kampung Mosso dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan program yang…
Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa kawasan Dok IX Tanjung Ria masih membutuhkan perhatian serius…
Bima Arya menilai penanganan kawasan Sungai Anafre tidak cukup hanya melalui kegiatan pembersihan rutin.…
Menteri Dalam Negeri menyoroti masih tingginya angka masyarakat di Papua yang belum memiliki rumah maupun…
Situasi tersebut membuat laga ini menjadi sangat krusial. Brasil hanya membutuhkan hasil imbang untuk menjaga…