Diketahui, kasus buang bayi itu terjadi pada 6 Oktober 2023 sekitar pukul 12.00 WIT, dimana seorang warga ingin membuang air kecil kemudian pergi ke belakang MCK Pelabuhan Kampung Gimikya.
Namun saat sampai di belakang MCK tersebut dia melihat ada ceceran darah di atas daun bambu yang sudah gugur. Karena merasa penasaran akhirnya warga tersebut mengikuti jejak darah tersebut ternyata darah tersebut berasal dari seorang bayi perempuan yang berada di bawah rimbunan pohon bambu.
Untungnya bayi malang itu masih hidup dan segera membawanya ke puskesmas. Beberapa hari kemudian, ibu kandung dari bayi tersebut berhasil diungkap.
YK beralasan membuang bayi itu karena takut sama pacarnya. Karena bayi yang lahir itu hasil hubungannya dengan mantan pacarnya saat masih di Jayapura. (ulo)
Page: 1 2
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menerbitkan peringatan dini terkait ancaman kekeringan…
Insiden yang terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026 tersebut berawal dari penyerangan pos keamanan di…
Penandatanganan nota kesepahaman yang sarat nilai historis tersebut berlangsung secara khidmat pada Sabtu, 22 Agustus…
Selama sepekan terakhir, wilayah Kabupaten Puncak, Papua Tengah, sempat dikepung asap tebal akibat kebakaran hutan…
Mereka juga membawa boneka serupa yang diberikan oleh Direktur Utama RSUP Dr Kariadi, Agus Akhmadi.…
Bambang menjelaskan, tepung jagung yang digunakan dalam inovasinya tidak bekerja secara tunggal. Tepung tersebut dicampurkan…