Diketahui, kasus buang bayi itu terjadi pada 6 Oktober 2023 sekitar pukul 12.00 WIT, dimana seorang warga ingin membuang air kecil kemudian pergi ke belakang MCK Pelabuhan Kampung Gimikya.
Namun saat sampai di belakang MCK tersebut dia melihat ada ceceran darah di atas daun bambu yang sudah gugur. Karena merasa penasaran akhirnya warga tersebut mengikuti jejak darah tersebut ternyata darah tersebut berasal dari seorang bayi perempuan yang berada di bawah rimbunan pohon bambu.
Untungnya bayi malang itu masih hidup dan segera membawanya ke puskesmas. Beberapa hari kemudian, ibu kandung dari bayi tersebut berhasil diungkap.
YK beralasan membuang bayi itu karena takut sama pacarnya. Karena bayi yang lahir itu hasil hubungannya dengan mantan pacarnya saat masih di Jayapura. (ulo)
Page: 1 2
– Menyikapi dinamika keamanan di wilayah Distrik Abepura yang dikenal sebagai pusat pendidikan dan ekonomi…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua melalui Dinas Pariwisata setempat memperkuat tata kelola objek wisata berbasis…
Untuk menjaring minat generasi muda, Universitas Katolik (UNIKA) Fajar Timur Papua kini gencar melaksanakan program…
Berdasarkan data DLHK Kabupaten Jayapura, produksi sampah di daerah tersebut saat ini mencapai sekitar 70…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P Helan, melalui Kasat Reskrim AKP Axel Panggabean, menjelaskan menindaklanjuti laporan…
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Papua-Papua Pegunungan mengeluarkan pemberitahuan kepada seluruh pengguna jalan yang…