Categories: LINTAS PAPUA

Menkumham Puji Inisiatif Mubes Adat Waropen

JAKARTA — Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai memberi apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Waropen dan masyarakat adat di “negeri seribu bakau” atas penyelenggaraan Musyawarah Besar (Mubes) Adat Waropen yang dijadwalkan pada Oktober 2025. Dukungan itu disampaikan Pigai saat menerima Bupati Waropen Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si bersama panitia dan perwakilan masyarakat adat di ruang kerjanya, Rabu (8/10).

Pigai menilai langkah Pemda Waropen mendorong Mubes sebagai bentuk keberpihakan pada pembangunan yang berakar pada kearifan lokal.

“Nilai-nilai budaya dalam pembangunan daerah adalah langkah penting untuk menjadikan adat sebagai fondasi pembangunan,” ujar Pigai, menekankan bahwa tidak semua daerah berani menempatkan adat sebagai pijakan strategis tata kelola.

Bupati FX Mote bersama panitia Mubes dan tokoh masyarakat adat hadir dalam pertemuan tersebut untuk memaparkan kesiapan agenda, termasuk tujuan merumuskan arah pembangunan yang selaras dengan tatanan adat Waropen, dalam Musyawarah Besar Masyarakta Adat Waropen yang rencananya akan digelar akhir Oktober ini.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

8 hours ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

9 hours ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

10 hours ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

11 hours ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

12 hours ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

13 hours ago