Kombes Alfian menjelaskan, Ditresnarkoba Polda Papua telah melakukan pemetaan terhadap jenis narkotika, jalur masuk, serta wilayah rawan peredaran.
Untuk ganja, sebagian besar masuk dari Papua Nugini, baik melalui jalur darat di wilayah Skouw maupun jalur laut. Selain itu, ganja juga ditemukan masuk dari wilayah Merauke dan Boven Digoel. Meski demikian, terdapat pula penanaman ganja dalam skala terbatas di beberapa daerah seperti Senggi, Pegunungan Bintang, Wamena, dan Boven Digoel dengan cara disamarkan di antara tanaman lain.
Sementara itu, sabu-sabu umumnya berasal dari luar Papua, yakni dari Jakarta, Makassar, dan Surabaya, yang kemudian dikirim menggunakan jasa pengiriman dan disebarkan ke berbagai wilayah di Papua.
Adapun ekstasi juga ditemukan masuk dari kota-kota besar tersebut, meski jumlahnya tidak sebanyak sabu-sabu dan ganja. “Kami juga menemukan penyalahgunaan obat-obatan daftar G berbahaya yang seharusnya hanya bisa digunakan dengan resep dokter,” beber Kombes Alfian.
Berdasarkan hasil pemetaan, pengguna ganja di Papua didominasi oleh kalangan usia remaja hingga dewasa, bahkan ditemukan kasus penggunaan di kalangan pelajar SMP dan SMA.
“Untuk anak-anak yang masih pelajar dan hanya sebagai pengguna, kami lakukan pembinaan dan mengedepankan peran keluarga. Mereka adalah generasi penerus yang harus kita selamatkan,” jelasnya.
Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Jayapura, Budi P. Yokhu, memimpin langsung sidak penertiban…
Ketua MRP Papua Tengah, Agustinus Anggaibak, menyatakan bahwa ketertutupan informasi ini menabrak aturan. Merujuk pada…
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Anton Mote, mengatakan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura terus memperkuat…
Banyak anak muda akhirnya hanya membawa map lamaran dari satu kantor ke kantor lain tanpa…
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kawasan Bandara Sentani IPTU Wajedi, didampingi Kanit Binmas AIPTU…
Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) menggelar tatap muka bersama para wajib pajak…