“Gaya kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe adalah perpaduan langka antara empati dan tekad. Keberhasilannya dalam memahami dan merespon kebutuhan masyarakat Papua dengan penuh empati menjadikan dirinya lebih dari sekadar seorang pemimpin. Pemimpin ini benar-benar menghayati dan memahami perjuangan rakyatnya, yang memberinya daya tarik yang luar biasa,” bebernya.
Tujuan yang diimajinasikan oleh Gubernur Enembe harus menjadi panduan bagi setiap kebijakan dan tindakan yang diambil oleh pemimpin-pemimpin selanjutnya. Semua upaya harus diarahkan untuk mencapai visi yang diperjuangkan, dan setiap langkah harus diambil dengan mempertimbangkan kepentingan rakyat Papua.
“Perasaan kehilangan ini menjadi sebuah panggilan untuk mengenang dan menghormati jasa-jasa yang telah diberikan, serta memastikan bahwa semangat kepemimpinan dan cita-cita yang diperjuangkan tetap hidup,” pungkasnya. (*/tri)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Pelimpahan tersangka dilakukan dengan menggunakan pesawat dari Merauke-Jayapura. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Merauke Dr. Paris…
Kelompok yang mengatasnamakan diri Mahasiswa Universitas Cenderawasih kini bersiap membawa aspirasi mereka ke ruang publik…
Persiharjo Sukoharjo merupakan salah satu wakil Jawa Tengah yang lolos ke babak nasional. Kemenangan ini…
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong percepatan pelaksanaan sensus orang asli Papua (OAP)…
Vonis yang dijatuhkan Hakim Tunggal Bakti Maulana tersebut lebih berat dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut…
Kasus pembunuhan terhadap pendulang emas di tanah Papua kembali terjadi dan dinilai sebagai peristiwa berulang…