Categories: FEATURES

Total Tahun ini Ada 21 Kasus Gigitan Ular , Bisa Ular Bodo Paling Berbahaya

Mencermati Kasus Pasien dengan Keluhan Gejala Gigitan Ular di RS Ramela

Distrik Muaratami yang dulunya kawasan pertanian, kini banyak berubah jadi kawasan pemukiman. Salah satu dampaknya, habibat termasuk ular berbisa menjadi terganggu. Karena itu, Rumah Sakit Ramela di Koya Barat pun mengantisipasi serangan atau gigitan ular berbisa ini.

Laporan: Mustakim Ali_Jayapura

Daerah dengan kasus gigitan ular tinggi umumnya pedesaan tropis dan subtropis dengan habitat yang mendukung populasi ular, seperti wilayah pertanian, perkebunan, dan semak-semak, karena kegiatan manusia yang sering terjadi di sana.

Di Kota Jayapura, tepatnya di Distrik Muaratami ini, trend kasus gigitan ular menjadi salah satu kasus yang menjadi perhatian serius pihak RS Ramela, yang merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang memadai di daerah tersebut.

Menurut Direktur RS Ramela, Fredriks Y. Hisage, sejauh ini sebanyak 21 kasus pasien akibat gigitan ular sejak 1 Januari hingga 21 Agustus 2025. Dari puluhan kasus tersebut, mayoritas kasus yang ditangani didominasi oleh gigitan ular sawah, ular pohon, serta ular bodo (sebutan lokal).

“Dari total 21 kasus, sebagian besar disebabkan oleh tiga jenis ular tersebut yang memang banyak ditemui di lingkungan masyarakat,” jelas Fredriks saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Selasa (26/8).

Menurutnya, kasus gigitan ular umumnya terjadi di kawasan pemukiman dekat persawahan maupun hutan, di mana aktivitas warga bersinggungan langsung dengan habitat alami satwa tersebut.

Fredriks menambahkan, seluruh pasien yang ditangani telah mendapat perawatan medis sesuai prosedur, termasuk pemberian serum Anti Bisa Ular (ABU) bagi pasien dengan gejala serius.

Kata Fredriks, dari tiga jenis ular ini, yang sangat mematikan adalah ular bodo, jika salah atau lambat dilakukan penanganan bisa merenggut nyawa. “Gigitan ular ini sangat mematikan, dan saya berharap masyarakat tidak anggap remeh,” tuturnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Wanita Korban Penembakan OPM Akhirnya Ditemukan

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…

1 hour ago

Tiga Distrik di Puncak Alami Krisi Pangan dan Air

Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…

3 hours ago

Ratusan Murid SMAN 5 Jayapura Diduga Keracunan MBG

Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…

5 hours ago

BGN Sikat Rekening Janggal di 414 SPPG

Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…

11 hours ago

Siap-siap, Puncak Kemarau 2026 Tiba

Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…

13 hours ago

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

2 days ago