Masyarakat Mosso berharap pemerintah lebih serius memperhatikan masalah ini, terutama dalam hal pengawasan di wilayah perbatasan. Selain itu, program pemberdayaan ekonomi masyarakat dinilai perlu digencarkan agar warga, khususnya generasi muda, tidak mudah tergoda atau terjerumus dalam peredaran barang terlarang.
“Kami ingin kampung ini dikenal sebagai kampung yang maju dengan pertanian dan potensi alamnya, bukan dicap sebagai sarang ganja. Itu yang menjadi tekad kami,” tegas warga Mosso.
Dengan semangat kebersamaan, masyarakat Mosso menolak stigma buruk dan berkomitmen menjaga kampung mereka dari pengaruh narkotika dan miras. Mereka berharap stigma negatif bisa segera dihapuskan, diganti dengan citra positif yang sesuai dengan potensi dan perjuangan warga setempat.(*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
anitia Pelaksana (Panpel) Persipura Jayapura memastikan pengamanan laga terakhir Persipura menjamu Persiku Kudus di Stadion…
Sebanyak 100 unit rumah permanen yang dibangun pemerintah pusat melalui Kementrian Transmigrasi RI di Kampung…
Persiker merupakan juara Liga 4 zona Papua dan menjadi wakil Papua pada seri nasional. Mereka…
Dari 47 CHJ, terdiri dari 18 laki-laki dan 29 perempuan. Jemaah tertua atas nama Kislam…
Ketua NPCI Papua, Jayakusuma menghadiri rapat kerja nasional (Rakernas) NPCI Pusat di Kota Solo, Jawa…
Pemerintah Provinsi Papua menegaskan komitmen kuat dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M.…