Masyarakat Mosso berharap pemerintah lebih serius memperhatikan masalah ini, terutama dalam hal pengawasan di wilayah perbatasan. Selain itu, program pemberdayaan ekonomi masyarakat dinilai perlu digencarkan agar warga, khususnya generasi muda, tidak mudah tergoda atau terjerumus dalam peredaran barang terlarang.
“Kami ingin kampung ini dikenal sebagai kampung yang maju dengan pertanian dan potensi alamnya, bukan dicap sebagai sarang ganja. Itu yang menjadi tekad kami,” tegas warga Mosso.
Dengan semangat kebersamaan, masyarakat Mosso menolak stigma buruk dan berkomitmen menjaga kampung mereka dari pengaruh narkotika dan miras. Mereka berharap stigma negatif bisa segera dihapuskan, diganti dengan citra positif yang sesuai dengan potensi dan perjuangan warga setempat.(*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Balai Jalan (PJN) Wilayah II pada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional…
Audiensi tersebut untuk membahas persiapan menghadapi Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) sekaligus menyampaikan laporan persiapan…
Kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Jayapura Iptu Slamet…
Juru bicara (Jubir) PN Jayapura, Rahmat Selang, S.H., M.H mengatakan pada sidang pertama kali digelar,…
Satuan Reserse Narkoba Polres Jayapura mencatat penanganan tujuh kasus narkotika sepanjang Januari hingga Maret 2026.…
Menurutnya, dalam periode tersebut terjadi penurunan jumlah warga sebanyak 3.425 orang. Di sisi lain, terdapat…