Masyarakat Mosso berharap pemerintah lebih serius memperhatikan masalah ini, terutama dalam hal pengawasan di wilayah perbatasan. Selain itu, program pemberdayaan ekonomi masyarakat dinilai perlu digencarkan agar warga, khususnya generasi muda, tidak mudah tergoda atau terjerumus dalam peredaran barang terlarang.
“Kami ingin kampung ini dikenal sebagai kampung yang maju dengan pertanian dan potensi alamnya, bukan dicap sebagai sarang ganja. Itu yang menjadi tekad kami,” tegas warga Mosso.
Dengan semangat kebersamaan, masyarakat Mosso menolak stigma buruk dan berkomitmen menjaga kampung mereka dari pengaruh narkotika dan miras. Mereka berharap stigma negatif bisa segera dihapuskan, diganti dengan citra positif yang sesuai dengan potensi dan perjuangan warga setempat.(*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Dari hasil pemeriksaan tersebut, dari 36 titik longsor yang terjadi di jalan trans Jayapura-Wamena itu,…
Abisai menegaskan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang…
Kanit 2 Subdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Papua, AKP Fredy Nixon J. Simatauw, mengatakan…
Sekolah berpola asrama itu direncanakan dibangun di dua wilayah strategis, yakni Kabupaten Biak yang…
Kepala Bidang Penempatan dan Pelatihan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (UKM)…
Setelah menggelar aksi di haaman kantor DPRK, massa kemudian bergesar ke kantor Puspem di Sp3…