Masyarakat Mosso berharap pemerintah lebih serius memperhatikan masalah ini, terutama dalam hal pengawasan di wilayah perbatasan. Selain itu, program pemberdayaan ekonomi masyarakat dinilai perlu digencarkan agar warga, khususnya generasi muda, tidak mudah tergoda atau terjerumus dalam peredaran barang terlarang.
“Kami ingin kampung ini dikenal sebagai kampung yang maju dengan pertanian dan potensi alamnya, bukan dicap sebagai sarang ganja. Itu yang menjadi tekad kami,” tegas warga Mosso.
Dengan semangat kebersamaan, masyarakat Mosso menolak stigma buruk dan berkomitmen menjaga kampung mereka dari pengaruh narkotika dan miras. Mereka berharap stigma negatif bisa segera dihapuskan, diganti dengan citra positif yang sesuai dengan potensi dan perjuangan warga setempat.(*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Pihak keluarga mendesak untuk segera disampaikan karena pihak keluarga tidak menerima jika tindakan TPNPB OPM…
Konsep pasar terapung yang memanfaatkan perahu-perahu sebagai lapak jualan menghadirkan suasana berbeda dibandingkan pasar…
Amuk massa yang tak terkendali tidak hanya membuat KD meninggal dunia di lokasi kejadian akibat…
Perjalanan itu dimulai sekitar akhir 2015 hingga awal 2016. Saat itu, Mamik yang masih berprofesi…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat yang memanfaatkan…
Jeda operasi militer ini muncul ketika perang yang semula diperkirakan hanya berlangsung beberapa pekan justru…