“Kami tidak hanya membina, kami juga memfasilitasi mereka untuk bisa melanjutkan pendidikan,” ujarnya. “Mulai dari Paket A (SD), Paket B (SMP), hingga Paket C (SMA). Kami ingin mereka pulang membawa ijazah, membawa bekal ilmu, agar mereka bisa berdiri tegak dan memulai lagi tanpa bayang-bayang penyesalan.” Jelasnya.
Di tengah kesunyian Lapas Doyo Baru, harapan itu terus tumbuh, seikat kangkung yang ditanam di lahan terbatas, dan sekuat kayu yang diolah menjadi kursi dan meja, membuktikan bahwa penyesalan hanyalah babak awal dari cerita tentang perubahan. (ana/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Ia menjelaskan, tambahan DAU tersebut berkaitan dengan kebutuhan belanja kepegawaian yang belum terselesaikan. Di…
Di sepanjang jalan utama menuju pelabuhan, sejumlah kendaraan datang silih berganti. Di antara suara…
Pantauan media ini, antrean panjang didominasi kaum ibu. Di bawah terik matahari, mereka datang dengan…
Langkah tegas Pemerintah Kota Jayapura tersebut, menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Jayapura,…
Untuk mendata dan menjangkau ratusan anak tersebut, Dinsos memobilisasi 24 kader yang tersebar di berbagai…
Kontra Persis Solo di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur menjadi pembuktian dari pelatih baru…