“Kami tidak hanya membina, kami juga memfasilitasi mereka untuk bisa melanjutkan pendidikan,” ujarnya. “Mulai dari Paket A (SD), Paket B (SMP), hingga Paket C (SMA). Kami ingin mereka pulang membawa ijazah, membawa bekal ilmu, agar mereka bisa berdiri tegak dan memulai lagi tanpa bayang-bayang penyesalan.” Jelasnya.
Di tengah kesunyian Lapas Doyo Baru, harapan itu terus tumbuh, seikat kangkung yang ditanam di lahan terbatas, dan sekuat kayu yang diolah menjadi kursi dan meja, membuktikan bahwa penyesalan hanyalah babak awal dari cerita tentang perubahan. (ana/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kordinator Acara dan juga selaku Asisten II Sekda Kabupaten Jayapura Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Abdul…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda meminta panitia seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) agar membuka kesempatan…
Terkait ini Polres Mappi langsung bergerak menelusuri apa yang sebenarnya terjadi, mengapa patung tersebut bisa…
Kejadian ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai sistem pengamanan di kawasan tambang yang selama ini dikenal…
Plt Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengungkapkan bahwa RPJMD nantinya akan menjadi acuan utama bagi…
Sejumlah kawasan di Jayapura memiliki banyak cerita yang dikait-kaitkan dengan hal mistik. Di tahun 90…