“Kami tidak hanya membina, kami juga memfasilitasi mereka untuk bisa melanjutkan pendidikan,” ujarnya. “Mulai dari Paket A (SD), Paket B (SMP), hingga Paket C (SMA). Kami ingin mereka pulang membawa ijazah, membawa bekal ilmu, agar mereka bisa berdiri tegak dan memulai lagi tanpa bayang-bayang penyesalan.” Jelasnya.
Di tengah kesunyian Lapas Doyo Baru, harapan itu terus tumbuh, seikat kangkung yang ditanam di lahan terbatas, dan sekuat kayu yang diolah menjadi kursi dan meja, membuktikan bahwa penyesalan hanyalah babak awal dari cerita tentang perubahan. (ana/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kontra Persis Solo di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur menjadi pembuktian dari pelatih baru…
Berdasarkan regulasi pembagian intervensi perumahan dan kawasan permukiman, pemerintah daerah tingkat kabupaten dibatasi oleh aturan…
Wujud perhatian tersebut diwujudkan dalam kunjungan Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH ke Distrik Kuyawgi…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda mengatakan usai melakukan peninjauan jalan yang menghubungkan Kampung Yongsu Spari dan…
DPR Provinsi Papua Selatan mengingatkan Pemerintah Provinsi Papua Selatan agar pembahasan Perubahan APBD Tahun Anggaran…
Minister-Counselor Bidang Politik dan Komunikasi Strategis Kedutaan Besar Australia, Nicola Campion, mengatakan pertemuan tersebut…