Pada awal Juli 2024 lalu, Dinas Pariwisata kembali mengangkat potensi wisata di Kampung Nelayan ini dengan menggelar event Festival Kampung Nelayan (FKN). Berbagai atraksi, agenda seni budaya digelar pada event ini. FKN ini pun banyak menarik pengunjung dari Kota Jayapura maupun dari luar.
Hanya saja, ketika event itu berakhir, Kampung Nelayan kembali seperti kehidupan semula. Tak banyak lagi yang datang. Memang untuk datang ke sana tidak seperti daerah wisata pantai pada umumnya yang memiliki pondok atau tempat berteduh dari hujan maupun panas bagi warga yang berkunjung. Tapi setidaknya hal itu sebenarnya bukan kendala utama karena masyarakat yang mendiami sekitar kawasan itu cukup ramah kepada setiap pengunjung.
Namun yang menjadi keenganan untuk berkunjunga adalah banyaknya sampah di kawasan itu. Uniknya, meski sampah-sampah ini terhampar di pesisir pantai, bahkan sangat dekat dengan tempat tinggal warga, tapi warga seolah-olah terbiasa dan mengaku sangat pasrah dengan kondisi itu. Meski di satu sisi keberadaan sampah-sampah itu sebenarnya sangat mengganggu, terutama dari kesehatan udaranya.
Karena pada titik-titik tertentu ada beberapa tempat yang memiliki tumpukan sampah yang sangat banyak dan itu menyebabkan bau yang sangat menyengat, bahkan warna airnya menjadi hitam pekat.
“Sebenarnya kami sering bersihkan sampah ini tetapi belakangan ini sudah tidak dilakukan karena percuma saja, kalau kita bersihkan sampahnya banyak lagi,”ungkap Artur, salah satu warga di kampung Nelayan, Selasa (21/10).
Bisa saja warga pasrah, karena banyaknya sampah yang memang sulit diatasi, apalagi kawasan itu merupakan kawasan teluk kecil, sehingga mungkin saja pengaruh arus laut yang mengantarkan sampah-sampah plastik ke wilayah itu. “Sebenarnya sampah-sampah ini bukan dari kampung ini saja, ini banyak dari luar, karena di bawah gelombang laut sehingga tempat ini akhirnya seperti tempat sampah,” ujarnya miris. (*/tri).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Bupati menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi program yang menyentuh kebutuhan…
Dalam tiga hari terakhir, Bupati Yunus Wonda turun langsung meninjau lokasi-lokasi yang terdampak banjir. Dari…
“Forum ini menjadi strategis karena pemerintah daerah menyadari tanggung jawabnya untuk memberikan ruang bagi masyarakat…
Pemerintah Kabupaten Sarmi di bawah pimpinan Bupati Sarmi Dominggus Catue dan Hj.Jumriati bertekad untuk memperbaiki…
“Kita sudah sampaikan ke semua BPBD kabupaten/kota untuk tetap waspada, sekaligus meminta mereka untuk menyampaikan…
Jumlah awak pesawat juga belum dipastikan sepenuhnya karena masih diperiksa lebih lanjut. Namun, petugas melihat…