Categories: FEATURES

Perempuan Papua Sudah Oke, Mampu Meraih Jabatan Strategis di Semua Lini

   Mewakili MRP, Nerlince menyampaikan suka citanya, dengan adanya Hari Kartini ini menjadi momen bagi perempuan-perempuan di Indonesia terkhususnya di Papua untuk menjadi perempuan yang tanguh, berjuang melanjutkan mimpi-mimpi Raden Ajeng Kartini.

   Nerlince menyampaikan terkhusus untuk perempuan Papua untuk tidak duduk diam, dirinya mengajak perempuan untuk terus berjuang merebut posisi-posisi yang ada, agar perempuan juga bisa setara dengan laki-laki.

   Menurutnya dengan adanya Emansipasi Wanita yang didirikan oleh R A Kartini, merupakan peluang bagi perempuan yang ada di Indonesia terkususnya Papua untuk terus berjuang dan berusaha agar wanita juga bisa menentukan nasibnya sendiri.

  “Hari Kartini ini menjadikan tonggak penting bagaimana impian Kartini menjadikan perempuan-perempuan mampu menentukan nasibnya sendiri, Kemudian bagaimana perempuan-perempuan punya cita-cita untuk mewujudkannya,” kata Nerlince kepada Cenderawasih Pos, Senin (22/3/4).

   Ia mengaku selama ini di Papua ada image  buruk terhadap adat dan budaya, akan tetapi kata Nerlince di MRP keputusan bagian adat Papua ada dua orang  merupakan Perempuan semua.

   “Itu artinya kami perempuan-perempuan Papua juga sudah oke, ada di semua lini, itu berarti adat memberi kami peluang besar juga,” terangnya.

   “Tetapi kembali lagi bahwa perempuan Papua jangan lagi kita lupa bahwa kita adalah perempuan papua yang dididik dari adat dari kampung, walaupun kita menjadi apa saja wanita karier, yang orang bilang hebat,” tambahnya.

   Nerlince juga sampaikan walaupun  menjadi wanita hebat, dirinya tetapi rendah hati dan tetap setia kepada adat. Sebagai contoh Nerlince sampaikan kalau pulang kampung dirinya tetap menjadi wanita adat.

   Ia juga sampaikan sebagai seorang istri Nerlince tetap melayani sang suami dan anak-anak untuk siapkan sarapan, makan siang, maupun malam. “Walaupun menjadi perempuan yang hebat, tangung jawab sebagai istri tetap!, jadi pagi harus bikinkan sarapan untuk suami dan anak-anak, siang pikir makan apa begitu juga malam,” jelas Nerlince.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Recent Posts

Total 527 Pasien yang Diduga Alami Keracunan MBG

dr. Beeri I.S. Wopari, M.Kes., mengatakan data tersebut mencakup warga yang mendapat pelayanan kesehatan, baik…

3 days ago

Butuh Tiga Tahun Lebih, Ribuan Artefak dan Rekaman Budaya Papua Akhirnya “Pulang”

   Ribuan objek yang berhasil dipulangkan mencakup, sekitar 1.000 unit artefak kehidupan sehari-hari dan ritual,…

3 days ago

Hentikan dulu Program MBG di Papua

Ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Jayapura, tenaga kesehatan, TNI-Polri, serta masyarakat yang bergerak menangani…

3 days ago

Tolak Eksekusi Lahan, Warga Blokade Ruas Jalan Cenderawasih Mimika

Aksi pembakaran ban dan penutupan jalan dengan batang kayu ini dilakukan sebagai bentuk protes keras…

3 days ago

Bukan Berasal dari Menu Makanan, Melainkan Air yang Terkontaminasi Bakteri E. coli

Rama mengatakan BGN akan melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan MBG menyusul dua kejadian dugaan keracunan…

3 days ago

Pemprov Papua Selatan dan Kementrans Bahas Penyelesaian Masalah Tanah

Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bersama Pemerintah Provinsi Papua Selatan…

3 days ago