Categories: FEATURES

Dari Lab Sederhana di Dok II, Lahir Harapan Baru Tenaga Kesehatan Papua

Melihat Keberadaan Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua

Di wilayah pedalaman, penyakit sering datang lebih cepat daripada kemampuan tenaga kesehatan untuk mendeteksinya. Berpijak pada kondisi ini, sejak 2013 almarhum Gubenur Lukas Enembe disebut memberi arahan agar Papua memiliki sekolah khusus yang mencetak tenaga laboratorium medik sendiri. Dua tahun terakhir, kampus yang diinginkan ini pun sudah berjalan.

Laporan: Elfira_Jayapura

Pagi baru saja beranjak di kawasan Dok II, Kota Jayapura. Di Jalan Kesehatan Bhayangkara, sebuah gedung tua bekas Litbangkes masih berdiri tenang di antara lalu-lalang kendaraan dan hiruk-pikuk kota. Dari luar, bangunan berlantai dua itu tampak sederhana. Cat temboknya tak mencolok, tidak ada kemewahan yang langsung memikat mata. Namun dari ruang-ruang laboratorium di dalam bangunan itulah, harapan tentang masa depan kesehatan Papua perlahan sedang dibangun.

Di tempat itu berdiri Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua, kampus yang lahir dari kegelisahan panjang terhadap tingginya angka kematian akibat malaria, HIV/AIDS, tuberkulosis (TB), dan berbagai penyakit infeksi lain di Tanah Papua.

“Kami melihat terlalu banyak orang Papua meninggal karena penyakit yang sebenarnya bisa dideteksi lebih awal,” ucap Direktur Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua, Robby Kayame, Selasa (19/5).

Baginya, persoalan Papua bukan hanya soal rumah sakit atau obat-obatan. Persoalan terbesar justru terletak pada keterbatasan sumber daya manusia laboratorium kesehatan mereka yang bekerja diam-diam di balik meja pemeriksaan darah, lendir, dan sampel penyakit.

“Yang sekarang kita lawan itu virus dan bakteri. Dan yang bisa mengetahui itu adalah tenaga laboratorium,” katanya.

Kalimat itu terdengar sederhana. Namun di Papua, hal ini menjadi sangat penting. Sebab di banyak wilayah pedalaman, penyakit sering datang lebih cepat daripada kemampuan tenaga kesehatan untuk mendeteksinya. Gagasan mendirikan kampus itu sebenarnya sudah muncul sejak 2013. Saat itu, almarhum Lukas Enembe disebut memberi arahan agar Papua memiliki sekolah khusus yang mencetak tenaga laboratorium medik sendiri.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Tak Kunjung Dibayar, Guru PAUD Demo di DPRK Jayapura

Para guru yang tergabung dalam Forum Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini…

36 minutes ago

Disayangkan, Perlakuan Oknum Taksi Bandara Cek Ponsel Penumpang

Salah seorang warga Kota Jayapura, Silas menyayangkan perlakuan kurang menyenangkan saat berada di kawasan Bandara…

2 hours ago

Nekat Menjambret, Dua Pelajar Dibekuk Tim Resmob

"Modus yang digunakan pelaku yakni menabrak korban hingga terjatuh, kemudian mengambil handphone milik korban dan…

3 hours ago

Wali Kota Abisai Rollo Raih Gelar Doktor, Diwisuda Bersama 873 Lulusan Uncen

Universitas Cenderawasih (Uncen) menggelar Wisuda Program Doktor, Program Magister, Program Sarjana, dan Program Diploma Periode…

4 hours ago

Bahan Pokok Alami Kenaikan Harga, Polres Keerom lakukan Sidak

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Keerom AKP Jetny Sohilait, bersama personel Unit…

5 hours ago

Kekerasan di Tanah Papua Mengarah ke Kejahatan Kemanusiaan

-Rumah Solidaritas Papua menyoroti meningkatnya eskalasi kekerasan dan dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat…

6 hours ago