Bagi Gabi, tidak ada alasan untuk mengeluh meski terkadang ia hanya dibayar Rp20 ribu untuk pekerjaan berat. “Saya percaya rezeki sudah diatur Tuhan. Kalau hari ini sedikit, mungkin besok diganti lebih,” ucapnya tenang. Pesan Gabi bagi sesama mahasiswa di Jayapura sangat sederhana jangan jadikan kekurangan atau gengsi sebagai penghalang. Di sela-sela waktu luang, ada banyak peluang yang bisa dikerjakan selama ada kemauan dan kreativitas. “Kalau ada mahasiswa lain yang mau buka jasa yang sama, silakan. Rezeki tidak akan tertukar,” pungkasnya menutup pembicaraan. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Kapolres Boven Digoel Kompol Dian Novita Pitherzs melalui Kasi Humas Aipda Ikhsan mengatakan, berdasarkan keterangan…
Penarikan tenaga medis tersebut dipicu insiden kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata pada…
Kepala BMKG Merauke, Wahyu Hidayat mengungkapkan berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9 pada Kamis (10/9) pukul…
Guna mencegah eskalasi konflik di tingkat tapak, Alredo menegaskan bahwa aksi penyanderaan dan pembunuhan tersebut…
Kuasa Hukum PT Putra Baliem Mandiri Chairul Fahru Siregar, mengakui telah mengajukan gugatan di pemda…
Bupati Jayapura Yunus Wonda mengatakan, setelah drainase dibersihkan dan ditata, para pedagang maupun masyarakat yang…