Bagi Gabi, tidak ada alasan untuk mengeluh meski terkadang ia hanya dibayar Rp20 ribu untuk pekerjaan berat. “Saya percaya rezeki sudah diatur Tuhan. Kalau hari ini sedikit, mungkin besok diganti lebih,” ucapnya tenang. Pesan Gabi bagi sesama mahasiswa di Jayapura sangat sederhana jangan jadikan kekurangan atau gengsi sebagai penghalang. Di sela-sela waktu luang, ada banyak peluang yang bisa dikerjakan selama ada kemauan dan kreativitas. “Kalau ada mahasiswa lain yang mau buka jasa yang sama, silakan. Rezeki tidak akan tertukar,” pungkasnya menutup pembicaraan. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Bupati Gusbager menyatakan bahwa penyelesaian administrasi ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mengamankan aset daerah…
Kasat Reskrim Ishak O. Runtulalo mengungkapkan, dari laporan resmi yang diterima dari 5 korban rudakpaksa…
Kegiatan yang dipusatkan di Polres Yahukimo ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesiapan personel, khususnya…
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Desa Siaga Bencana yang digagas PT PLN…
Sagu kata Ayorbaba tidak hanya sebagai sumber pangan, tetapi juga memiliki nilai budaya, sosial, dan…
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Jayapura mencatat tingkat kelulusan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA)…