Setelah selesai dimainkan, kitiran biasanya disimpan di rumah. Banyak warga menggantungnya di atas atap pawon atau dapur. Tujuannya agar kayu tetap kering karena terkena asap api. Tak heran jika sebagian kitiran warnanya menghitam. Meski zaman terus berubah dan permainan digital semakin mendominasi, kitiran tetap bertahan di Dusun Pronojiwo. Tradisi sederhana ini masih dirawat oleh warga. Bukan sekadar permainan, tetapi juga bagian dari cerita yang terus berputar bersama angin di Bukit Ungkapan. (hn)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
"Pelaksanaan ekstraksi dan cellebrite terhadap barang bukti berupa tiga buah telepon seluler, dua milik korban…
Korban diduga terjatuh ke sungai saat hendak memperbaiki tali jangkar kapal. Kejadian tersebut dilaporkan kepada…
Ribka menyampaikan hal tersebut dalam rapat evaluasi penyaluran Dana Otsus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis,…
Korban ditemukan dalam kondisi selamat pada Kamis pagi (6/8), setelah perahunya karam dihantam ombak besar…
Marince, salah seorang orang tua murid, mengaku lega dan bahagia karena anak-anak akhirnya bisa kembali…
Skema transmisi ini merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk menekan tingkat impor bahan bakar fosil…