Setelah selesai dimainkan, kitiran biasanya disimpan di rumah. Banyak warga menggantungnya di atas atap pawon atau dapur. Tujuannya agar kayu tetap kering karena terkena asap api. Tak heran jika sebagian kitiran warnanya menghitam. Meski zaman terus berubah dan permainan digital semakin mendominasi, kitiran tetap bertahan di Dusun Pronojiwo. Tradisi sederhana ini masih dirawat oleh warga. Bukan sekadar permainan, tetapi juga bagian dari cerita yang terus berputar bersama angin di Bukit Ungkapan. (hn)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI atas Laporan…
Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Rocky Bebena, menjelaskan bahwa penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk…
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Papua. Dua siswa SMAN 4 Jayapura, Hetson Mesi Sirait (XI…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, mengatakan insiden itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIT. Berdasarkan informasi…
Pemerintah Kabupaten Keerom terus intens memberdayakan ekonomi masyarakat, khususnya kaum perempuan. Melalui Dinas Perindustrian, Tenaga…
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan sekaligus mendorong…