Setelah selesai dimainkan, kitiran biasanya disimpan di rumah. Banyak warga menggantungnya di atas atap pawon atau dapur. Tujuannya agar kayu tetap kering karena terkena asap api. Tak heran jika sebagian kitiran warnanya menghitam. Meski zaman terus berubah dan permainan digital semakin mendominasi, kitiran tetap bertahan di Dusun Pronojiwo. Tradisi sederhana ini masih dirawat oleh warga. Bukan sekadar permainan, tetapi juga bagian dari cerita yang terus berputar bersama angin di Bukit Ungkapan. (hn)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Kapolres Jayapura Dionisius V.D.P Helan menegaskan bahwa tidak dibenarkan adanya tindakan menghalangi masyarakat yang hendak…
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Hypermart Mall Jayapura. Sidak ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan…
"Saya datang untuk melihat kesiapan khususnya di Polda Papua Tengah dalam pengamanan mudik lebaran. Ini…
Kepala Karantina Papua Selatan, Irsan Nuhantoro, menjelaskan bahwa kasuari memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan…
Tim Gabungan Dipimpin Plt. Kapolsek Kurik, Ipda Widi Mulyono, bersama instansi terkait berhasil menemukan dan…
Sebelum tiba di tempat kejadian perkara (TKP), Wali Kota telah lebih dahulu menginstruksikan tim dari…