

Mantan Ketua KPA Provinsi Papua, Constant Karma (foto:Karel/Cepos)
Penanganan HIV/AIDS di Papua Dinilai Gagal, Constant Karma Bunyikan Alarm Keras
Tanggal 1 Desember 2025 diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia. Meski peringatan itu telah berlalu hampir dua pekan, mantan Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua, Constant Karma, kembali membunyikan alarm keras.
Laporan: Karolus Daot_Jayapura.
Bukan sekadar mengenang, tetapi mengingatkan masyarakat Papua sekaligus Pemerintah Provinsi Papua agar tahun 2026 menjadi titik balik keseriusan penanganan HIV/AIDS di Bumi Cenderawasih.
Dengan nada berapi-api dan penuh keprihatinan, Constant Karma menyampaikan pandangannya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (16/12. Ia berbicara bukan tanpa dasar, melainkan berpijak pada data dan pengalaman panjangnya memimpin KPA Papua.
“Ini bukan persoalan kecil. Ini soal kemanusiaan. Ribuan orang sedang menderita,” tegasnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Papua, jumlah kasus HIV/AIDS di Papua kini telah mencapai 22.267 kasus. Angka ini, menurut Constant Karma, mencerminkan kegagalan serius dalam upaya pencegahan dan penanggulangan beberapa tahun terakhir.
Ia menilai, tingginya kasus HIV/AIDS disebabkan minimnya program pencegahan yang kuat dan berkelanjutan.
“Ada program, tapi tidak kuat. Praktis tidak ada program yang betul-betul berjalan serius oleh pemerintah daerah,” ujarnya.
Akibatnya, laju penularan HIV di Papua kembali melonjak tajam. Bahkan, sejumlah bupati, wali kota, dan wakil wali kota di berbagai daerah di Papua disebutnya turut menyatakan keprihatinan atas situasi ini.
Constant Karma mengingatkan, saat dirinya aktif sebagai Ketua KPA Papua, laju penularan HIV sempat berhasil ditahan. “Waktu kami aktif, prevalensi HIV itu dari 2,4 persen menjadi 2,3 persen. Itu bukan turun jauh, tapi kami berhasil menahan laju penularannya,” jelasnya.
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…