Pasien yang rutin mengonsumsi ARV, bahkan yang sudah dalam kondisi sangat lemah, dapat kembali sehat dan beraktivitas normal. Masalah utama, kata dia, adalah putus obat (loss to follow-up). Banyak pasien berhenti minum obat karena merasa sudah sehat, bosan, atau terkendala biaya transportasi dan ekonomi.
Untuk mengatasi itu, KPA dulu membentuk Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) yang beranggotakan ODHA dan LSM. “Mereka saling mengingatkan minum obat, membantu teman yang kesulitan, bahkan mengantar ke Puskesmas,” jelasnya.
KDS juga membantu petugas kesehatan yang jumlahnya terbatas untuk menjangkau pasien hingga ke rumah-rumah. “Rangkul mereka, untuk mempermudah kerja-kerja KPA,” tutur Constant.
Menutup pernyataannya, Constant Karma menyinggung peran orang tua dan tantangan besar di era digital. “Siapa yang bisa cegah situs porno di HP? Susah,” katanya jujur.
Menurutnya, di tengah mudahnya akses konten dewasa, sosialisasi kondom menjadi langkah perlindungan realistis, bukan pembenaran perilaku seksual bebas. “Kita tidak bisa pungkiri perkembangan zaman. Kalau pengawasan orang tua lepas, kondom inilah pelindung terakhir,” pungkasnya (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…
Dari total 46 lulusan tersebut, tercatat 22 murid berasal dari peminatan IPA dan 24 murid…
SMAN 4 Jayapura mulai mempersiapkan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk Tahun Ajaran 2026/2027…
Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan tugas pengawasan Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota pada masa non-tahapan…
Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam.…