Pasien yang rutin mengonsumsi ARV, bahkan yang sudah dalam kondisi sangat lemah, dapat kembali sehat dan beraktivitas normal. Masalah utama, kata dia, adalah putus obat (loss to follow-up). Banyak pasien berhenti minum obat karena merasa sudah sehat, bosan, atau terkendala biaya transportasi dan ekonomi.
Untuk mengatasi itu, KPA dulu membentuk Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) yang beranggotakan ODHA dan LSM. “Mereka saling mengingatkan minum obat, membantu teman yang kesulitan, bahkan mengantar ke Puskesmas,” jelasnya.
KDS juga membantu petugas kesehatan yang jumlahnya terbatas untuk menjangkau pasien hingga ke rumah-rumah. “Rangkul mereka, untuk mempermudah kerja-kerja KPA,” tutur Constant.
Menutup pernyataannya, Constant Karma menyinggung peran orang tua dan tantangan besar di era digital. “Siapa yang bisa cegah situs porno di HP? Susah,” katanya jujur.
Menurutnya, di tengah mudahnya akses konten dewasa, sosialisasi kondom menjadi langkah perlindungan realistis, bukan pembenaran perilaku seksual bebas. “Kita tidak bisa pungkiri perkembangan zaman. Kalau pengawasan orang tua lepas, kondom inilah pelindung terakhir,” pungkasnya (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
“Kami perlu meluruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah publik. Lembaga penyelenggara dan penanggung…
Menurut Amelia, terdapat sejumlah ketentuan yang menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan penerimaan siswa baru tahun…
Menurutnya, keberadaan SMP Negeri Satu Atap Ebungfau sangat penting karena jumlah peserta didik terus mengalami…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru menjelaskan, kondisi saat ini sudah jauh lebih baik…
Menurut Yunus, mekanisme pengelolaan Dana Otsus kini telah diatur secara ketat oleh pemerintah pusat, sehingga…
Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Jayapura telah menerbitkan 2.032 paspor kepada masyarakat…