Categories: FEATURES

Terjadi 2.031 Lakalantas, 266 Meninggal  dan 1. 063 Luka Berat

Menyimak Catatan Ditlantas Polda Papua Terkait Penegakan Aturan Lalu Lintas

Penyebab kematian yang cukup tinggi, namun bukan disebabkan oleh satu penyakit, adalah kasus kecelakan di jalan raya. Namun hal ini, sering kali tidak disadari masyarakat, dengan masih saja melakukan pelanggaran aturan lalu lintas hingga berujung kecelakaan fatal. Lantas sejauh mana catatan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Papua terkait kasus pelanggaran lalu lintas selama tahun 2024 ini?

Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura

Akumulasi kasus pelanggaran lalu lintas di jajaran Polres di wilayaha Polda Papua hingga kini terbilang masih cukup tinggi. Dimana jumlah kasusnya mencapai puluhan ribu. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas, masih perlu untuk ditingkatkan.

   Dari catatan Ditlantas Polda Papua, sampai dengan menjelang akhir tahun 2024 ini, tercatat setidaknya ada 40.725 pelanggaran, terhitung dari Januari hingga November 2024.

   Dirlantas Polda Papua, Kombes Pol. Abrianto Pardede, melalui Kasubagminopsnal AKP Suhardi Syahilatua, mengatakan data tersebut merupakan hasil dari tindakan hukum serta rangkuman data pelanggaran Polda Papua dan jajarannya.

  “Dalam tahun 2024 ini dari bulan Januari sampai November Ditlantas Polda Papua mencatat sebanyak 40.725 pelangaran,” sebut Suhardi Senin (16/12)..

  Jumlah tersebut kata Suhardi terdiri dari jumlah tilang sebanyak 10.025 kendaraan non tilang sebanyak 30.673 kendaraan (teguran). Sementara putusan denda tilang yang masuk ke Kas negara sebesar Rp 1.446.785.000.

  Suhardi menjelaskan kurang lebih 70 persen pelangaran lebih banyak dilakukan oleh pengendara roda dua yang tidak mengunakan helm, tidak memiliki SIM, pengunaan knalpot brong dan sebagainya. Dan 30 persen sisanya dilakukan kendaraan roda empat yang tidak menggunakan safety belt.

  Diketahui data pelanggar yang paling banyak terdapat di bulan Januari, Juli dan Oktober. Adapun alasan di ketiga bulan tersebut banyak pelangarnya, disebabkan karena anak-anak sekolah, sedang libur sekolah. Bulan Januari saja mencatat sebanyak 5. 224 pelangar, bulan Juli sebanyak 6.177 pelangar, Oktober sebanyak 7.503 pelangar.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Wanita Korban Penembakan OPM Akhirnya Ditemukan

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…

24 minutes ago

Tiga Distrik di Puncak Alami Krisi Pangan dan Air

Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…

2 hours ago

Ratusan Murid SMAN 5 Jayapura Diduga Keracunan MBG

Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…

4 hours ago

BGN Sikat Rekening Janggal di 414 SPPG

Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…

10 hours ago

Siap-siap, Puncak Kemarau 2026 Tiba

Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…

12 hours ago

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

2 days ago