Misrun setiap harinya mangkal di depan Alfamart jalan masuk SMP Muhammadiyah Abepura. Sedari pagi hingga siang ia tak pernah menduga bahwa akan terjadi kericuhan dan tindakan anarkis. Pasalnya pada aksi-aksi sebelumnya semua berjalan aman. Pria Madura yang sudah berjualan sejak 2023 itu mengaku jika es dawet yang dijualnya sebagian dijarah pendemo kemudian gerobaknya di bakar masa.
Ia melihat langsung dari celah pintu besi tempat ia bersembunyi bersama beberapa orang lainnya. “Saya lihat sendiri dari celah pintu, ember, botol dan peralatan lainnya diambilin buat lempar polisi. Kemudian mereka tarik gerobak ke tengah jalan lalu dibakar,” kata Misrun kepada Cenderawasih Pos di Abepura, Kamis (16/10).
Ia mengaku sedih karena harus memulai dari nol lagi untuk membuat gerobak namun nasi sudah menjadi bubur sehingga ia hanya bisa pasrah. Misrun menyebut, sebelum demo dimulai, banyak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan diantara, pedagang bakso, penjual pinang, penjual nasi kuning dan lainnya. Namun karena gerobak es miliknya dideretan pertama, sehingga langsung jadi sasaran pendemo.
“Kemarin juga banyak pedagang, kurang lebih ada empat orang termasuk saya, begitu rusuh langsung pada kabur dan semua peralatan ditinggal,” ungkapnya.
Untuk mencapai pintu rimba, kami memilih menggunakan kendaraan milik warga. Pilihan ini bukan tanpa alasan.…
BPS Provinsi Papua, Emi Puspitarini, di Jayapura, Senin, mengatakan komoditas kayu masih menjadi penyumbang terbesar…
Ia menjelaskan bahwa kawasan hutan bakau di Jayapura, khususnya di wilayah Hamadi hingga Holtekamp, memiliki…
Ujian ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, dimulai sejak, Senin 4 Mei hingga Kamis, 7…
Menurutnya, kelulusan merupakan awal dari harapan baru bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang…
Kericuhanpun tak terhindarkan, aparat harus menghindari lemparan batu sambil melepas tembakan gas air mata. Dari…