Misrun setiap harinya mangkal di depan Alfamart jalan masuk SMP Muhammadiyah Abepura. Sedari pagi hingga siang ia tak pernah menduga bahwa akan terjadi kericuhan dan tindakan anarkis. Pasalnya pada aksi-aksi sebelumnya semua berjalan aman. Pria Madura yang sudah berjualan sejak 2023 itu mengaku jika es dawet yang dijualnya sebagian dijarah pendemo kemudian gerobaknya di bakar masa.
Ia melihat langsung dari celah pintu besi tempat ia bersembunyi bersama beberapa orang lainnya. “Saya lihat sendiri dari celah pintu, ember, botol dan peralatan lainnya diambilin buat lempar polisi. Kemudian mereka tarik gerobak ke tengah jalan lalu dibakar,” kata Misrun kepada Cenderawasih Pos di Abepura, Kamis (16/10).
Ia mengaku sedih karena harus memulai dari nol lagi untuk membuat gerobak namun nasi sudah menjadi bubur sehingga ia hanya bisa pasrah. Misrun menyebut, sebelum demo dimulai, banyak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan diantara, pedagang bakso, penjual pinang, penjual nasi kuning dan lainnya. Namun karena gerobak es miliknya dideretan pertama, sehingga langsung jadi sasaran pendemo.
“Kemarin juga banyak pedagang, kurang lebih ada empat orang termasuk saya, begitu rusuh langsung pada kabur dan semua peralatan ditinggal,” ungkapnya.
Puskesmas Rimba Jaya yang berlokasi di Lepro, Kelurahan Rimba Jaya, Merauke, berada dalam satu kawasan…
Berdasarkan data tahun 2025, prevalensi stunting di Kabupaten Merauke tercatat 17,4 persen atau sebanyak 1.462…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan saat ini pemerintah sedang berupaya untuk menfokuskan pembangunan…
Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, menegaskan bahwa Camporee Pathfinder Arafura International 2026 menjadi wadah…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH membenarkan adanya kebakaran tersebut yang…
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, mengonfirmasi bahwa kecelakaan ini melibatkan satu…