

Sumaleo (36) salah satu pedagang yang membangun sendiri tempat jualan sayur di depan area Pasar Otonom Kotaraja. Lapak atau bangunan liar di atas lahan Bintang Mas kini mulai marak. (foto:Karel/Cepos)
Respon Pedagang di Pinggiran Jalan Pasar Otonom Menyikapi Rencana Penertiban Pasar
Untuk merevitalisasi Pasar Otonom Kotaraja yang belum difungsikan sebagaimana yang diharapkan, Pemkot Jayapura melalui Disperindag Kota Jayapura berencana kembali melakukan penertiban para pedagang, termasuk bangunan liar yang mulai marak.
Laporan: Carolus Daot_Jayapura
Pasca penertiban pedagang dan bangunan di lingkungan Pasar Otonom Kotararaja beberapa waktu lalu, bukan membuat pedagang pasar ini menjadi tertib berjualan di lingkungan pasar. Justru yang terjadi, banyak pedagang yang berjualan di luar, di pinggiran jalan menuju pasar Otonom ini.
Ironisnya, aktifitas jual beli lebih ramai di luar atau di pinggiran jalan, membuat sebagian pedagang menjadi enggan berjualan di dalam los-los pasar yang telah dibangun dan disiapkan oleh Pemkot Jayapura. Dampaknya, bangunan semi permanen banyak dibangun di sepanjang jalan menuju pasar. Sejumah pedagang, juga memilih berjualan di atas aspal atau mobil yang diparkir di tepi jalan.
Menyikapi hal ini, Pemerintah Kota Jayapura rencananya akan membongkar paksa bangunan liar yang berada di luar area Pasar Otonom Kotaraja. Rencana pembongkaran paksa terhadap lapak pedagang tersebut disampaikan secara langsung oleh Kadisperindagkop Kota Jayapura Robert Awi, Selasa (14/11) lalu.
Setelah melewati satu musim penuh kompetisi, Arthur akhirnya merasakan langsung bagaimana atmosfer sepak bola di…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…
Fenomena astronomi langka Blue Moon atau Bulan Biru diprediksi akan kembali terjadi dalam waktu dekat.…
Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X Jayapura berhasil mengungkap lima kasus tindak pidana narkotika jenis…
Kepala Kampung Warembori, Steven Samber, meminta Pemerintah Provinsi Papua melanjutkan pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih…
Harga tomat yang biasanya berada di kisaran normal kini menembus Rp 45.000 - 60.000 per…