Sehingga tidak kemudian hanya membiarkan pedagang terlantar begitu saja, tanpa adanya solusi. Sebab menurutnya hal itu yang terjadi selama ini, dimana pemerintah hanya mampu bertindak, tanpa adanya solusi. Sehingga yang terjadi pedagang diterlantarkan begitu saja.
“Kalau memang mau bongkar, ya carikan kami tempat yang layak, jangan hanya sekedar jalani aturan tapi tidak ada solusi untuk jangka panjang bagi pedagang, inilah yang menurut kami keliru dilakukan pemerintah,” bebernya.
Diapun mengaku keberadaanya di luar area pasar tidak menganggu aktifitas pembeli untuk masuk ke Pasar Otonom. Pasalnya lokasi bangunannya itu beradah sedikit berjarak dari jalan raya.
“Lahan ini bukan milik pemerintah, tapi ini milik Bintang Mas, jadi yang behak datang bongkar Bintang Mas bukan, pemerintah,” tandasnya.
Pasalnya mereka setiap bulannya membayar iuran wajib kepada pemilik lahan tersebut. “Kami bayar hampir Rpm 2 juta setiap bulan kepada Bintang Mas, tapi untuk retisbusi kami tidak pernyah bayar karena kami jualan di atas lahan milik Bintang Mas,” bebernya. (*/tri)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Aksi pembubaran nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi oleh aparat TNI di sejumlah daerah…
Status bebas PMK ini menjadi modal penting bagi stabilitas pangan dan keamanan ibadah kurban di…
Revisi PP Nomor 54 Tahun 2004 tentang MRP ini dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat…
"Kami berpesan kepada seluruh jemaah, khususnya jemaah Papua, agar mampu mengatur ritme aktivitas selama di…
Kepala Distrik Sentani, Jeck Puraro menyerahkan Dana Desa atau Dana Kampung Tahap I Tahun Anggaran…
Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kakanwil Kemenkumham Papua tersebut menjadi wadah sinkronisasi teknis antara…