Sehingga tidak kemudian hanya membiarkan pedagang terlantar begitu saja, tanpa adanya solusi. Sebab menurutnya hal itu yang terjadi selama ini, dimana pemerintah hanya mampu bertindak, tanpa adanya solusi. Sehingga yang terjadi pedagang diterlantarkan begitu saja.
“Kalau memang mau bongkar, ya carikan kami tempat yang layak, jangan hanya sekedar jalani aturan tapi tidak ada solusi untuk jangka panjang bagi pedagang, inilah yang menurut kami keliru dilakukan pemerintah,” bebernya.
Diapun mengaku keberadaanya di luar area pasar tidak menganggu aktifitas pembeli untuk masuk ke Pasar Otonom. Pasalnya lokasi bangunannya itu beradah sedikit berjarak dari jalan raya.
“Lahan ini bukan milik pemerintah, tapi ini milik Bintang Mas, jadi yang behak datang bongkar Bintang Mas bukan, pemerintah,” tandasnya.
Pasalnya mereka setiap bulannya membayar iuran wajib kepada pemilik lahan tersebut. “Kami bayar hampir Rpm 2 juta setiap bulan kepada Bintang Mas, tapi untuk retisbusi kami tidak pernyah bayar karena kami jualan di atas lahan milik Bintang Mas,” bebernya. (*/tri)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Berdasarkan data Pelni, arus balik melalui KM Sinabung tujuan Jayapura kali ini mencatat penjualan tiket…
Karena selain mencukupi gizi anak sekolah, setiap SPPG harus mengalokasikan 10 persen untuk pencegahan stunting…
Insiden ini bermula saat sebuah speed boat rute Kampung Demba menuju Kabupaten Waropen terbalik setelah…
Fungki yang didampingi Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan (KIP) Eston Erlangga mengatakan, secara keseluruhan…
Mengingat rata-rata pelayanan penugasan rutin hanya mencapai 250 ton per bulan, stok yang ada saat…
Akibat pencurian tersebut, ikon kebanggaan Papua khususnya Kota Jayapura itu hingga kini tampak gelap gulita…