Categories: FEATURES

Studi Tiru di Sejumlah Sekolah Unggulan, Siapkan Berasrama Berbasis Global

Sejak saat itulah YPK berdiri dan mulai menjalankan tanggung jawab besar untuk mengelola pendidikan Kristen di Tanah Papua. Pelayanan pendidikan gereja dan pelayanan Injil kemudian berjalan seiring. Banyak orang mengatakan bahwa menyebut YPK berarti juga menyebut Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua, karena keduanya menjadi dua sisi dari panggilan pelayanan yang sama memberitakan Injil sekaligus mencerdaskan kehidupan masyarakat.

Pada masa awal berdirinya, banyak sekolah YPK dibangun dalam kondisi yang sangat sederhana. Fasilitas terbatas, sarana belajar seadanya, bahkan di beberapa tempat sekolah berdiri dari bahan-bahan sederhana yang dibangun secara gotong royong oleh masyarakat.

Namun keterbatasan itu tidak pernah memadamkan semangat para guru.
Di banyak kampung terpencil, guru-guru YPK bukan hanya berperan sebagai pengajar. Mereka juga menjadi pembimbing, penggerak masyarakat, bahkan sering menjadi tokoh yang membantu berbagai persoalan sosial di kampung.

Sekolah YPK pun menjadi tempat pertama bagi banyak anak Papua mengenal dunia pendidikan. Di sana mereka belajar membaca dan menulis, belajar mengenal Tuhan, sekaligus belajar membangun harapan untuk masa depan.

Seiring waktu, jaringan sekolah YPK terus berkembang. Dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas, bahkan kini merambah pendidikan tinggi.

“Saat ini, sekitar 91.932 siswa sedang menempuh pendidikan di 792 sekolah YPK yang tersebar di seluruh Tanah Papua. Pendidikan tersebut dilayani oleh sekitar 6.251 guru dan tenaga kependidikan,” ungkap Ketua BP YPK Tanah Papua, Jony Y. Betaubun
dalam ibadah syukur HUT YPK ke-64.

Di balik angka-angka itu tersimpan ribuan cerita tentang anak-anak Papua yang sedang mempersiapkan masa depan mereka. Selama lebih dari enam dekade perjalanan, YPK telah melahirkan banyak alumni yang kini berkiprah di berbagai bidang kehidupan.

Ada yang menjadi guru, pendeta, aparat pemerintah, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat di berbagai daerah.

Bagi banyak orang Papua, sekolah YPK adalah pintu pertama yang membuka jalan menuju masa depan. Karena itu, kontribusi YPK tidak hanya diukur dari jumlah sekolah yang dimiliki, tetapi dari perannya dalam membentuk generasi Papua yang berpendidikan, berkarakter, dan memiliki nilai iman yang kuat.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Recent Posts

Wabup Jayawijaya Sebut Ada Oknum yang Ingin Wamena Tidak Aman

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP meyatakan setelah mengikuti perkembangan pasca konflik yang terjadi…

2 days ago

Kerentanan Sosial Muncul ketika Masyarakat Tidak Menghargai Budaya Setempat

   Perda ini mewajibkan seluruh bangunan dan fasilitas publik di wilayah Kota Jayapura untuk memasang…

2 days ago

Rental Playstation Pasar Entrop Jadi Kedok Jualan Ganja dan Miras

   Saat melakukan pemantauan di kawasan Pasar Los Entrop, petugas mencurigai sebuah tempat usaha rental…

2 days ago

Asosiasi Peternak Ayam Petelur Minta SE Gubernur Papua Dijalankan

  Ketua Satgas Asosiasi Peternak Ayam Petelur se-Tanah Tabi, Gatot Sugiantoro, mengatakan saat ini terdapat…

2 days ago

Pemuda Katolik Harus Teguh dalam Iman, Nyata dalam Karya

   Abisai menegaskan bahwa Pemuda Katolik merupakan salah satu pilar penting bagi gereja dan bangsa,…

2 days ago

Gugatan Praperadilan Mantan Kadis Perumahan dan Pemukiman Jayawijaya Ditolak

Berdasarkan informasi yang terima dari penyidik Polda Papua terkait dengan praperadilan yang diajukan dari pihak…

2 days ago