Sebagai langkah awal, akan dikembangkan kelas bilingual di SMA YPK Diaspora Kotaraja yang menggunakan bahasa Inggris dalam proses pembelajaran sehari-hari. “Program ini juga akan diikuti dengan peningkatan kapasitas guru dalam penguasaan bahasa Inggris, sehingga sekolah tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu sekolah unggulan YPK di Tanah Papua,” pungkas Jony.
Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, menjelaskan bahwa YPK ke depan tidak lagi hanya mengelola sekolah, tetapi juga pendidikan tinggi. Hal ini terjadi setelah dilakukan penyatuan beberapa yayasan pendidikan gereja menjadi satu lembaga yang terintegrasi. YPK yang baru tidak hanya mengurus persekolahan, tetapi juga perguruan tinggi. Dengan demikian pelayanan pendidikan gereja akan dikelola secara terpadu,” ujarnya.
Langkah ini merupakan bagian dari roadmap pendidikan GKI yang ditetapkan sejak Sidang Sinode tahun 2022. “Dengan penyatuan tersebut, pendidikan gereja diharapkan dapat berkembang lebih kuat dan terarah,” pungkas Andrikus Mofu. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Fakhiri menegaskan, penguatan regulasi Otonomi Khusus menjadi penting agar pembangunan di Papua tetap berjalan meski…
Ketiga terdakwa tersebut yakni J. Victor Davis yang merupakan pilot dari pesawat Piper PA 23-250…
Penanganan kasus kerusuhan usai laga Persipura Vs Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, menemukan fakta baru.…
Selasa (12/5) pagi kemarin, layanan posko pengaduan masyarakat di Polres Jayapura terlihat sudah didatangi masyarakat…
Dimana pihak perusahaan telah mendapatkan izin operasional dari pemerintah pusat. Tinggal langkah terakhir yaitu meminta…
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya krusial untuk mengkalibrasi ulang implementasi Otonomi Khusus…