Categories: FEATURES

Perjalanan Panjang Memahami Sejarah Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Museum BI

Saat Puluhan Jurnalis Jayapura Diajak Bank Indonesia ke MuBI di Kota Tua, Jakarta

Museum Bank Indonesia tersimpan banyak sejarah mulai dari ekonomi hingga teknologi bersatu jadi pengalaman yang seru. Melalui koleksi yang tersimpan, bergaya neo-klasik rancangan arsitek Belanda pada abad ke-19 membuat pengunjung merasa betah.

Laporan: Jimianus Karlodi_Kota Tua Jakarta Barat

JAYAPURA – Ditengah keramaian dan kepadatan Kota Tua, Jakarta Barat, Museum Bank Indonesia (MuBI) bisa jadi pilihan tepat untuk tujuan wisata edukasi bagi semua orang. Gedung peninggalan kolonial Belanda ini pada, Selasa (7/10) mendadak ramai. Bukan karena pengunjung lokal melainkan dari luar Jakarta. Puluhan jurnalis “menyerbu” museum ini.

Sebelumnya, Cenderawasih Pos bersama puluhan jurnalis lainnya diajak ke Jakarta untuk menyimak banyak hal terkait serarah, eksistensi hingga tantangan Bank Indonesia hingga kini. Tak ayal, banyak cerita yang belum pernah diketahui akhirnya terungkap disini. Museum Bank Indonesia ini menjadi tempat pertama yang didatangi.

Setibanya di museum, para peserta disambut hangat oleh penjaga museum. Wartawan langsung diarahkan menuju lobby di lantai ll. Sebelum melangkah jauh ke dalam museum, puluhan jurnalis ini berkumpul terlebih dahulu di lobby untuk mendengarkan arahan dari pemandu atau edukator museum. Para pengunjung harus menitipkan barang bawahanya berupa tas, ransel dan lainnya di dalam loker.

Kunjungan inipun dilakukan guna untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, hingga ilmu pengetahuan para jurnalis tentang sejarah Bank Indonesia dari masa-kemasa. Melalui koleksi yang tersimpan, pengunjung diajak menelusuri perjalanan panjang sistem keuangan Indonesia, mulai dari masa barter hingga transaksi digital menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Di museum ini (Bank Indonesia) tersimpan banyak sejarah, ekonomi, dan teknologi bersatu jadi pengalaman yang seru. Melalui koleksi yang tersimpan, bergaya neo-klasik rancangan arsitek Belanda Eduard Cuypers pada abad ke-19. Gedung yang awalnya berfungsi sebagai kantor De Javasche Bank tersebut diresmikan sebagai Museum BI pada 21 Juli 2009 oleh Presiden RI saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono.

Jejak-jejak sejarah panjang itu ikut dipertontonkan dalam film pendek diputar langsung di Museum BI. Struktur bangunannya terlihat begitu mencolok, klasik, dan menyimpan sejarah panjang yang di tempat lain belum tentu ada. “Dulu, tempat ini adalah kantor De Javasche Bank, cikal bakal Bank Indonesia saat zaman penjajahan Belanda. Tapi sekarang, ia menjelma jadi museum modern yang interaktif banget,” kata Nia selaku Edukator MuBI yang terlihar ramah kepada wartawan, Rabu (12/10)

Page: 1 2 3 4 5

Juna Cepos

Recent Posts

Persipura Ditunggu Laga Berat

Coach RD mengaku sangat sulit mengalahkan pasukan Laskar Antasari di depan Barito Mania. Musim ini,…

13 hours ago

Gelombang Tinggi Lumpuhkan Pelayaran, KM Sinabung Nyaris Terhempas

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Biak, melalui Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli (KBPP),…

13 hours ago

Kerap Jadi Tempat Judi, Satpol PP Tertibkan Bangunan di Jalan Prajurit

Kepala Bidang Trantib Umum Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Merauke Raimond Rumlus mengungkapkan, penertiban ini…

14 hours ago

Penyidik Periksa 13 Saksi dan 3 Ahli

Andre menjelaskan, setelah penetapan AI sebagai tersangka dalam kasus korupsi bantuan hibah Pemerintah Provinsi Papua…

14 hours ago

Tak Bisa Beli Pemain, PSBS Maksimalkan Potensial

PSBS memiliki waktu cukup lama untuk berbenah. Putaran kedua kembali bergulir pada 25 Januari. PSBS…

15 hours ago

Perjuangannya Berbuah Manis, Pemilik RM Serumpun Merasa Lega

‘’Beliau orang baik. Utang itu sekitar 2-3 tahun terakhir. Sementara utang-utang sebelumnya sudah dibayarkan. Saat…

15 hours ago