

Puluhan jurnalis dari media cetak dan online mitra Bank Indonesia Perwakilan Papua saat mengunjungi Museum BI di Kota Tua, Jakarta Barat, Rabu (9/10). (Foto: Jimi/Cepos)
Saat Puluhan Jurnalis Jayapura Diajak Bank Indonesia ke MuBI di Kota Tua, Jakarta
Museum Bank Indonesia tersimpan banyak sejarah mulai dari ekonomi hingga teknologi bersatu jadi pengalaman yang seru. Melalui koleksi yang tersimpan, bergaya neo-klasik rancangan arsitek Belanda pada abad ke-19 membuat pengunjung merasa betah.
Laporan: Jimianus Karlodi_Kota Tua Jakarta Barat
JAYAPURA – Ditengah keramaian dan kepadatan Kota Tua, Jakarta Barat, Museum Bank Indonesia (MuBI) bisa jadi pilihan tepat untuk tujuan wisata edukasi bagi semua orang. Gedung peninggalan kolonial Belanda ini pada, Selasa (7/10) mendadak ramai. Bukan karena pengunjung lokal melainkan dari luar Jakarta. Puluhan jurnalis “menyerbu” museum ini.
Sebelumnya, Cenderawasih Pos bersama puluhan jurnalis lainnya diajak ke Jakarta untuk menyimak banyak hal terkait serarah, eksistensi hingga tantangan Bank Indonesia hingga kini. Tak ayal, banyak cerita yang belum pernah diketahui akhirnya terungkap disini. Museum Bank Indonesia ini menjadi tempat pertama yang didatangi.
Setibanya di museum, para peserta disambut hangat oleh penjaga museum. Wartawan langsung diarahkan menuju lobby di lantai ll. Sebelum melangkah jauh ke dalam museum, puluhan jurnalis ini berkumpul terlebih dahulu di lobby untuk mendengarkan arahan dari pemandu atau edukator museum. Para pengunjung harus menitipkan barang bawahanya berupa tas, ransel dan lainnya di dalam loker.
Kunjungan inipun dilakukan guna untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, hingga ilmu pengetahuan para jurnalis tentang sejarah Bank Indonesia dari masa-kemasa. Melalui koleksi yang tersimpan, pengunjung diajak menelusuri perjalanan panjang sistem keuangan Indonesia, mulai dari masa barter hingga transaksi digital menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Di museum ini (Bank Indonesia) tersimpan banyak sejarah, ekonomi, dan teknologi bersatu jadi pengalaman yang seru. Melalui koleksi yang tersimpan, bergaya neo-klasik rancangan arsitek Belanda Eduard Cuypers pada abad ke-19. Gedung yang awalnya berfungsi sebagai kantor De Javasche Bank tersebut diresmikan sebagai Museum BI pada 21 Juli 2009 oleh Presiden RI saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono.
Jejak-jejak sejarah panjang itu ikut dipertontonkan dalam film pendek diputar langsung di Museum BI. Struktur bangunannya terlihat begitu mencolok, klasik, dan menyimpan sejarah panjang yang di tempat lain belum tentu ada. “Dulu, tempat ini adalah kantor De Javasche Bank, cikal bakal Bank Indonesia saat zaman penjajahan Belanda. Tapi sekarang, ia menjelma jadi museum modern yang interaktif banget,” kata Nia selaku Edukator MuBI yang terlihar ramah kepada wartawan, Rabu (12/10)
Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Jefferdian menjelaskan, perkara tersebut berawal dari pembangunan sarana dan prasarana Aerosport…
Langkah ini diambil seminggu pasca-insiden penembakan yang menimpa tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian…
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tolikara, Yulius, mengatakan saat ini pihaknya bekerja sama dengan VTE Aviation…
Anggota Komisi XIII DPR RI Yan P Mandenas, S.Sos, M.Si menyatakan respon cepat yang diambil…
Kepala BKN Regional IX Papua Nur Hasan mengapreiasi langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Biak…
Puluhan orang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Senin (21/9). Mereka…