Categories: FEATURES

Jaringan Terbentuk Sejak 2024, Masuk Perut Kompresor Dianggap Modus Baru

Yuni Enumbi sendiri merupakan mantan prajurit TNI dari Kodam XVIII Kasuari dan ia juga pernah kedapatan dalam kasus yang sama yakni jual beli senpi maupun amunisi namun kali inilah yang ditemukan dalam jumlah besar. YE pertama kali diketahui sedang berkomunikasi dengan Eko Sugiyono yang bertindak sebagai penghubung. Melalui komunikasi yang terjalin sejak akhir 2024, Yuni Enumbi berhasil membeli 6 pucuk senjata api dan 882 amunisi dengan kaliber 9 mm dan 5,6 mm di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

“Senjata dan amunisi tersebut disimpan dalam tabung mesin kompresor sebelum dibawa ke Jayapura menggunakan kapal laut dan bisa dibilang iin pola baru,” ujar Kapolda Papua di Mapolda Papua, Selasa (11/3). Lalu pada 1 Maret 2025, Tim Sub Satgas Lidik Gakum menerima informasi mengenai rencana pergeseran senjata dan amunisi tersebut dari Jayapura menuju Wamena melalui jalur darat.

Barang tersebut rencananya akan diserahkan kepada KKB Puncak Jaya yang dipimpin oleh Lerimayu Telengen. Namun, upaya razia terhadap kendaraan yang melintas belum membuahkan hasil. “Pada Minggu, 2 Maret 2025, tim berhasil mengidentifikasi Yuni Enumbi sebagai target utama yang akan membawa Senmu ke Puja melalui jalur darat,” bebernya.

Dua hari kemudian, pada Selasa, 4 Maret 2025, tim menerima informasi bahwa KKB Puncak Jaya sedang melakukan perjalanan dari Sinak menuju Lany Jaya untuk mengambil Senmu dari Yuni Enumbi. Setelah melakukan monitoring dan sweeping di beberapa lokasi, tim akhirnya berhasil melacak pergerakan Yuni Enumbi ke wilayah hukum Polres Keerom.

Dan akhirnya pada Kamis, 6 Maret 2025, sekitar pukul 22.50 WIT, Yuni Enumbi diamankan di KM 76, Kampung Ampas, Distrik Waris, Kabupaten Keerom. Penangkapan Yuni Enumbi kemudian mengungkap jaringan tersangka lain yang terlibat dalam kasus penyelundupan senjata ke KKB. “Hingga saat ini total tersangka yang terungkap dan telah diamankan 7 orang, meliputi Yuni Enumbi, Eko Sugiyono, Adi Pamungkas Pujiono, Muhammad Kamaludin, Moch Herianto, Teguh Wiyono,” ungkap Patrige.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Marak Penipuan Loker Catut Nama Freeport

​Berdasarkan hasil penyelidikan awal otoritas kepolisian, pelaku melancarkan aksinya dengan skema yang terstruktur. Mereka menjanjikan…

1 day ago

141 WNI Jalani Proses Hukum di Papua Nugini

Sebanyak 141 warga negara Indonesia (WNI) tercatat sedang menjalani proses hukum dan hukuman di Papua…

1 day ago

Vaksin Campak Dipastikan Tersedia, Papua Selatan Siapkan Imunisasi Massal Tangani KLB

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta C. H. Rahangiar menjelaskan, koordinasi penanganan KLB…

1 day ago

Kejagung Beberkan 12 Kasus Besar

Dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia (Bakom) pada Rabu (24/6), JAM Pidsus…

1 day ago

Proses Penjemputan Ternyata Tak Mudah

Keputusan tersebut tidak datang begitu saja. Taufik diketahui sempat meminta saran kepada mantan atasannya, Dadang…

1 day ago

PBB Sebut Israel Sengaja Menargetkan Anak-anak di Gaza

Laporan itu menjadi salah satu tuduhan paling serius yang pernah dilontarkan terhadap Israel sejak perang…

1 day ago