Categories: FEATURES

Segmen “Pasar” Berbeda, Ibu-ibu Kompleks Bisa Minimalkan Belanja Harian

“Kami hanya menawarkan sayur langsung ke kompleks perumahan. Kalau ada yang mau beli, kami layani. Kami tidak memaksa. Konsumen punya pilihan, mau beli di pasar atau dari penjual sayur keliling,” jelasnya.

Keluhan serupa disampaikan Akbar, pedagang sayur keliling lainnya. Ia mengaku terkejut dengan aksi pelarangan tersebut.

Menurutnya, persoalan pasokan juga menjadi tantangan tersendiri. Jika diwajibkan mengambil sayur dari Kabupaten Jayapura, stok yang tersedia terbatas dan harga berbeda (lebih mahal).

“Kalau dibilang beli sayur dari Kabupaten Jayapura bisa saja, tapi stoknya terbatas dan harganya berbeda. Kalau kami beli di Kabupaten Jayapura, kami tidak bisa menjual satu ikat dengan harga Rp 5.000,” terangnya.

Bagi pedagang kecil seperti mereka, selisih harga sekecil apa pun sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat dan keberlangsungan usaha.

Kini, di tengah situasi yang belum sepenuhnya jelas, para pedagang berharap ada penataan dan koordinasi yang lebih baik dari pemerintah. Mereka tidak menolak aturan, tetapi menginginkan kepastian agar bisa bekerja dengan tenang. “Hal-hal seperti ini kami harap bisa dikoordinasikan dengan baik oleh pemerintah,” pungkas Akbar.

Di sisi lain, kehadiran pedagang sayur keliling ternyata menjadi solusi bagi sebagian warga. Lisa, seorang ibu rumah tangga di Sentani, mengaku lebih sering berbelanja kepada “mas sayur” untuk kebutuhan harian.

“Kalau saya, untuk kebutuhan rumah tangga lebih enak beli di mas sayur karena mudah. Harga Rp 20 ribu sudah dapat sayur satu ikat, tahu satu, bawang merah dan bawang putih. Sudah bisa makan satu hari,” ujarnya.

Bagi Lisa, kemudahan akses menjadi alasan utama. Ia tidak perlu pergi jauh ke pasar, naik taksi, angkot ataupun ojek hanya untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari. Namun untuk momen tertentu seperti Natal atau kegiatan keluarga besar, ia tetap memilih pasar tradisional.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Ungkap Fakta yang Terjadi dan Berbagai Peristiwa yang Pengaruhi Orang Papua

Mereka datang bukan untuk konser musik atau pertandingan sepak bola. Mereka datang untuk menonton film…

10 hours ago

Jadi Alarm Akademik dan Sosial yang Harus Disikapi Secara Serius, Kritis, dan Konstruktif

Fenomena ini dipicu oleh menyusutnya jumlah generasi muda yang menggunakan bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari.​Berdasarkan…

11 hours ago

Wali Kota Sayangkan Maraknya Remaja Nongkrong dan Konsumsi Miras di Jembatan Merah

Dalam patroli yang melibatkan aparat gabungan dari Satpol PP, TNI, Polri dan unsur terkait lainnya…

12 hours ago

Kemendagri, Pemprov Papeg Dan Delapan Pemkab Serukan Konflik Berhenti!

Kementrian Dalam Negeri RI bersama Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan delapan pemerintah kabupaten bersama unsur…

12 hours ago

Wujudkan Swasembada Jagung Untuk Dukung Ketahanan Pangan

Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige Renwarin mengatakan, ketahanan pangan merupakan salah satu program strategis nasional…

13 hours ago

Masa Bongkar Semakin Panjang, PT SPIL Bongkar Kontainer di Timika

Kepala Cabang PT SPIL Merauke Puji Harmoko, ketika ditemui media ini mengungkapkan pembongkoran kontainer yang…

13 hours ago