Categories: FEATURES

Letaknya Hanya Satu Jam dari Kota Sentani, Tapi Seperti di Pedalaman

Dari Kunjungan Bupati Jayapura Yunus Wonda ke SD Benggwin Progo

Sekolah Kayu di Tengah Kota, Bupati Jayapura Tersentuh Melihat SD Negeri Benggwin Progo Pendidikan adalah hal yang sangat penting untuk meningkatkan kemajuan suatu bangsa, jangan sampai bangunan infrastruktur yang tidak layak, menjadi penghambat pendidikan di kabupaten ini, seperti bangunan SD Negeri Benggwin Progo.

Laporan : Yohana_SENTANI

Di Kampung Benggwin Progo, Distrik Kemtuk, suara tawa anak-anak Sekolah Dasar Negeri Benggwin Progo tetap terdengar meski ruang belajar mereka hanya berdinding papan dan beralaskan tanah. Di tengah semangat kecil itu, gedung sekolah yang seharusnya menjadi tempat menimba ilmu justru tampak seperti bangunan yang terlupakan oleh waktu.

Jumat (7/11) lalu, Bupati Jayapura Yunus Wonda datang berkunjung bersama rombongan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Di hadapan para murid dan guru, ia menyaksikan langsung kondisi sekolah yang jauh dari kata layak. Hanya ada tiga ruang kelas dengan dinding-dinding kayu yang mulai lapuk. satu ruangan digunakan untuk dua rombongan belajar, sementara ruang guru dan rumah dinas tak pernah ada.

“Sekolah ini seperti berada di pedalaman karena tidak tersentuh pembangunan, padahal letaknya masih di wilayah perkotaan,” ujar Bupati dengan nada prihatin.

Kunjungan itu menjadi momen penuh keheningan. Di bawah terik matahari siang, Bupati berdiri menatap dinding kayu yang mulai lapuk. Di tempat itu, para guru terus berjuang dengan segala keterbatasan. Demi memenuhi kebutuhan belajar-mengajar, mereka bahkan harus menjual hasil kebun seperti cabai rawit untuk membeli spidol, buku, dan perlengkapan lainnya.

“Sekolah ini hanya berjarak satu jam dari Sentani, tapi kondisinya seolah di ujung daerah. Ini sangat menyedihkan,” kata Yunus Wonda usai meninjau ruangan.

Ia pun langsung menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura agar segera mengambil langkah cepat. Bupati menegaskan, pendidikan di Kabupaten Jayapura tidak boleh tertinggal hanya karena bangunan sekolah tidak layak.

“Kondisi seperti ini membuat kita malu. Masa sekolah bertahun-tahun dibiarkan seperti ini, padahal ini hasil swadaya orang tua murid,” tegasnya.

Bupati juga meminta agar sekolah itu segera dimasukkan dalam program pembangunan tahun mendatang, termasuk penambahan ruang kelas dan fasilitas guru.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Bisa Jadikan Postingan Sebagai Alat Kontrol

Masyarakat dengan cepat menyebarkan informasi melalui akunnya masing-masing untuk memobilisasi dan menarik dukungan publik dalam…

10 hours ago

Pelajar Keluyuran Bakal Diangkut Satpol PP

Menurutnya, pengawasan ekstra sangat diperlukan guna mencegah terjadinya perilaku menyimpang yang dapat merugikan pelajar itu…

11 hours ago

Kontak Tembak di Yuguru, Satu Prajurit Gugur

Menurut Jubir TPNPB-OPM, Sebby Sembom  serangan dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma di…

23 hours ago

Kemungkinan Besar Pemain Asing Tidak Diubah

Coach RD sepertinya masih yakin dengan Matheus Silva, Arthur Vieira dan Takuya Matsunaga untuk mengisi…

1 day ago

Merauke Dilanda Cuaca Ekstrim, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

‘’Penyebabnya apa? karena di bulan Januari sudah masuk penghujan di Papua Selatan kemudian ada daerah…

1 day ago

Persipura Terus Perkuat Pertahanan

Juru taktik Persipura, Rahmad Darmawan mengatakan bahwa dua laga away ini sangat penting bagi mereka…

1 day ago