Sementara itu, Koordinator Lapangan Soleng Soll menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntutan keluarga dipenuhi. Mereka meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Yowari, termasuk tindakan tegas terhadap tenaga medis yang dinilai lalai.
Selain itu, mereka juga meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi bersama Dinas Kesehatan terhadap manajemen rumah sakit, bahkan tidak menutup kemungkinan pergantian pimpinan rumah sakit jika diperlukan. Keluarga juga menuntut agar biaya pemakaman Martina turut ditanggung sebagai bentuk tanggung jawab.
“Jika dalam satu minggu tuntutan ini tidak dipenuhi,” tegas Soleng, “kami siap menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan.”
Di tengah duka yang masih menyelimuti keluarga, satu harapan tetap tersisa agar kepergian Martina tidak sia-sia. Agar kisah pilu ini menjadi pelajaran, sehingga tidak ada lagi nyawa yang hilang hanya karena terhalang aturan dan administrasi. (*/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Turut hadir pula Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, KSAD Maruli Simanjuntak, dan KSAL Muhammad…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Kepala Biro Humas Kemenhaj RI, Moh Hasan Afandi, memberikan pernyataan resmi melalui konferensi pers yang…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Belum lagi, ”dibantai” penguji saat sidang skripsi. Hal itu membuatnya enggan membuat skripsi. Gayung bersambut,…