Sementara itu, Koordinator Lapangan Soleng Soll menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntutan keluarga dipenuhi. Mereka meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Yowari, termasuk tindakan tegas terhadap tenaga medis yang dinilai lalai.
Selain itu, mereka juga meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi bersama Dinas Kesehatan terhadap manajemen rumah sakit, bahkan tidak menutup kemungkinan pergantian pimpinan rumah sakit jika diperlukan. Keluarga juga menuntut agar biaya pemakaman Martina turut ditanggung sebagai bentuk tanggung jawab.
“Jika dalam satu minggu tuntutan ini tidak dipenuhi,” tegas Soleng, “kami siap menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan.”
Di tengah duka yang masih menyelimuti keluarga, satu harapan tetap tersisa agar kepergian Martina tidak sia-sia. Agar kisah pilu ini menjadi pelajaran, sehingga tidak ada lagi nyawa yang hilang hanya karena terhalang aturan dan administrasi. (*/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Sekretaris Yayasan Bengkel Kerja Papua, Reinhart Ramandei, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya yayasan…
Kepala Kepala BBPOM Jayapura Herianto Baan menjelaskan, pengawasan dilakukan sejak pekan pertama Ramadan bersama lintas…
“Dalam hari ini saya tegaskan bahwa Polres Jayapura tidak pernah meminta bantuan sepeser pun kepada…
Kepala Dinas PUPR Kota Jayapura, Asep A. M. Khalid, menjelaskan bahwa pembangunan taluk tersebut merupakan…
Kasat Reskrim Polres Jayapura, AKP Alamsyah Ali mengatakan, berdasarkan pengamatan petugas dilapangan serta pemotretan di…
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah melarang anak di bawah 16 tahun memiliki akun pada platform digital…