Sementara itu, Koordinator Lapangan Soleng Soll menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntutan keluarga dipenuhi. Mereka meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Yowari, termasuk tindakan tegas terhadap tenaga medis yang dinilai lalai.
Selain itu, mereka juga meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi bersama Dinas Kesehatan terhadap manajemen rumah sakit, bahkan tidak menutup kemungkinan pergantian pimpinan rumah sakit jika diperlukan. Keluarga juga menuntut agar biaya pemakaman Martina turut ditanggung sebagai bentuk tanggung jawab.
“Jika dalam satu minggu tuntutan ini tidak dipenuhi,” tegas Soleng, “kami siap menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan.”
Di tengah duka yang masih menyelimuti keluarga, satu harapan tetap tersisa agar kepergian Martina tidak sia-sia. Agar kisah pilu ini menjadi pelajaran, sehingga tidak ada lagi nyawa yang hilang hanya karena terhalang aturan dan administrasi. (*/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Komandan Satgas Pamtas RI-PNG 725/WRG Letkol Inf Muhamad Safril menyatakan meskipun saat iniTNI/POLRI sedang diberikan…
Kenapa Minuman Manis Kurang Tepat Saat Haus? Saat cuaca panas, tubuh kehilangan banyak cairan melalui…
Puluhan personel gabungan dikerahkan, melibatkan Brimob Batalyon B Polda Papua Tengah, Satuan Sabhara, Satuan Narkoba,…
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menilai Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menunjukan sikap…
Petugas membuntuti TN sejak dari pos penyekatan di wilayah Kwamki Narama sebelum akhirnya menyergap pelaku…
Tuntutan para pendemo tersebut sama dengan aksi demo sebelumnya yang menolak Program Strategis Nasional serta…