Sementara itu, Koordinator Lapangan Soleng Soll menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntutan keluarga dipenuhi. Mereka meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Yowari, termasuk tindakan tegas terhadap tenaga medis yang dinilai lalai.
Selain itu, mereka juga meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi bersama Dinas Kesehatan terhadap manajemen rumah sakit, bahkan tidak menutup kemungkinan pergantian pimpinan rumah sakit jika diperlukan. Keluarga juga menuntut agar biaya pemakaman Martina turut ditanggung sebagai bentuk tanggung jawab.
“Jika dalam satu minggu tuntutan ini tidak dipenuhi,” tegas Soleng, “kami siap menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan.”
Di tengah duka yang masih menyelimuti keluarga, satu harapan tetap tersisa agar kepergian Martina tidak sia-sia. Agar kisah pilu ini menjadi pelajaran, sehingga tidak ada lagi nyawa yang hilang hanya karena terhalang aturan dan administrasi. (*/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Natirmalus menjelaskan, pada Bidang Bina Marga realisasi fisik telah mencapai 68,63 persen, sedangkan realisasi…
Kegiatan yang melibatkan personel gabungan dari DLHK, Polsek Jayapura Selatan, Satuan Polisi Pamong Praja…
DPR Papua memberi deadline atau batas waktu selama satu pekan kepada PT Pertamina Patra Niaga…
Bunda PAUD Kota Jayapura, Nerlince Wamuar Rollo, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jayapura, Balai…
Pesan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara Akad Massal KPR Sejahtera melalui skema…
Ketua MK Suhartoyo menyampaikan amar putusan yang pada pokoknya menyatakan ketentuan tersebut tetap konstitusional, namun…