Categories: FEATURES

Di Atas Puas Lihat Keindahan Pulau Karang, Puas Berenang Dikelilingi Ikan

Dalam bahasa mereka, “Piay” berarti perempuan muda, sementara “Nemo” bermakna berdiri atau menunggu. Mengikuti cerita tutur yang diwariskan turun-temurun, Piaynemo dikaitkan dengan legenda tentang seorang gadis yang menjaga sebuah tempat sakral.
Seperti banyak nama lokasi di Raja Ampat, penamaannya sarat makna budaya dan kedekatan masyarakat dengan alam. Sesekali, nama ini dieja sebagai “Pianemo”, namun tetap merujuk pada kisah dan tempat yang sama.

Kini, Piaynemo tak hanya memikat lewat legendanya, tetapi juga melalui nilai geologinya yang tinggi. Kawasan ini ditetapkan sebagai salah satu geosite dalam Geopark Raja Ampat, dengan bentang alam karst berusia jutaan tahun yang menjadi rujukan dalam dokumen resmi Raja Ampat UNESCO Global Geopark, publikasi Dinas Pariwisata Raja Ampat, hingga peta dan panduan geowisata. Jejak sejarah bumi tersimpan di antara batuan kapur yang menjulang dan perairan jernih di sekitarnya.

Dalam dunia pariwisata, Piaynemo telah menjadi ikon yang mendunia. Gugusan pulau karst yang tersusun rapi menjadikannya spot foto kelas dunia. Jalur trekking menuju puncak viewpoint menawarkan panorama yang memukau, sementara perairan di sekitarnya menjadi ruang edukasi tentang geologi, konservasi, dan kekayaan hayati khas Raja Ampat.

Keindahan yang berpadu antara cerita, budaya, dan sains menjadikan Piaynemo bukan sekadar destinasi, melainkan pengalaman yang hidup.

Setelah puas mengabadikan setiap momen, baik lewat video maupun foto selama 2 jam, rombongan langsung turun untuk menikmati makan siang, di tempat yang sudah disediakan. Setelah perut kenyang, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Telaga Bintang. Lokasi ini hanya butuh waktu beberapa menit saja dari Piaynemo.
Berbeda dengan akses di Piaynemo, di lokasi Telaga Bintang ini tidak memiliki tangga kayu. Rombongan hanya mengandalkan pijakan batu karang yang curam dan sempit.

Lebarnya bahkan tidak mencapai setengah meter. Karena itu, semua diwajibkan ekstra hati-hati. Jumlah orang yang naik pun dibatasi maksimal lima orang agar tetap aman.
Nama Telaga Bintang sendiri dikaitkan dengan formasi pulau karang yang membentuk pola menyerupai bintang, menjadikannya salah satu spot foto paling unik di Raja Ampat.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Recent Posts

OPD Diminta Maksimalkan Target PAD

Ia menegaskan bahwa arahan tersebut harus menjadi pedoman bagi para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah…

1 day ago

Indentifikasi Jalur Penyelundupan hingga Dugaan Keterlibatan Oknum Petugas

  Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk deteksi dini guna mengantisipasi maraknya upaya penyelundupan barang…

1 day ago

ABR: Jangan Salah Gunakan Bantuan Pemerintah!

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., memberikan peringatan keras kepada seluruh aparat kelurahan…

1 day ago

Fenomena El Nino,  79 Kampung di Dogiyai Terdampak

Ketergantungan warga terhadap pertanian subsisten membuat kerusakan tanaman holtikultura berpotensi mengganggu ketersediaan pangan keluarga

1 day ago

Jangan Membangun Sebelum Ada Penanganan Pascabencana

  Abisai mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura saat ini masih melakukan berbagai upaya dan pembahasan terkait…

1 day ago

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penipuan Jual Beli Motor

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean mengatakan,…

1 day ago