Categories: FEATURES

Diharapkan Ada Solusi untuk Mengatasi Berbagai Masalah dan Isu Internasional

Ketika Uncen Jadi Tuan Rumah Konvenas XV Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia

Universitas Cenderawasih (Uncen) menjadi tuan rumah Konvensi Nasional XV Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII). Acara yang dipusatkan  di Ballroom Swissball Hotel, Rabu (9/10) dihadiri oleh sejumlah praktisi dan akademisi hubungan internasional. Lantas hasil apa yang dirumuskan dalam Konvenas ini?

Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura

Universitas Cenderawasih (Uncen) yang berada di kota di ujung Timur Indonesia mendapat kepercayaan luar biasa untuk menggelar kegiatan bertaraf nasional. Yakni Konvenas XV Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia.

   Kegiatan ini mengusung tema ‘Kontestasi pendekatan keamanan tradisional dan Non-Tradisional di kawasan Indo-Pasifik’. Konvensi diikuti sebanyak 74 peserta termasuk praktisi dan akademisi hubungan internasional dari 45 institusi di seluruh Indonesia.

   Konvensi digelar selain untuk memaparkan artikel dan jurnal akademik terkait pendekatan keamanan tradisional, juga dimaksudkan untuk memberikan masukan pada Pemerintah terkait kebijakan politik luar negeri.

   Dalam sambutannya Rektor Universitas Cenderawasih, Dr. Oscar O. Wambrauw, SE, M.Sc.Agr., mengatakan ini merupakan suatu kehormatan besar Universitas Cenderawasih yang telah dipercaya untuk menjadi tuan rumah Konvensi Nasional XV Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII).

  “Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami di Universitas Cenderawasih secara khusus saya untuk menyambut bapak ibu delegasi dalam acara yang luar biasa ini,” ucap Dr Oscar dalam sambutannya, Rabu (9/10).

   Dia berharap semua peserta yang hadir dalam kegiatan itu dapat memberikan berbagai ide, gagasan dan pengalaman dalam memperkaya dunia akademik dan praktek dalam hubungan internasional di Indonesia dan secara khusus di wilayah Pasifik.

   Dia mengatakan tantangan global saat ini semakin kompleks, isu-isu seperti perubahan iklim, perdamaian, keamanan internasional, ketimpangan ekonomi global, revolusi digital. Berbagai persoalan ini menuntut peran akademisi dan praktisi dalam hubungan internasional untuk berkontribusi dalam mencari solusi berkelanjutan dalam penyelesaian isu-isu tersebut.

   Menurutnya konvensi ini menjadi momen yang tepat dan sangat penting untuk memperkuat kolaborasi antara program studi Hubungan Internasional di seluruh Indonesia. Dan juga memperluas jejaring serta membangun sinergi dalam menjawab tantangan global tersebut.

   “Saya berharap melalui forum ini, kita dapat melangitkan gagasan-gagasan dan inovasi serta strategi yang tindakannya manfaat, tidak hanya bagi dunia akademis tetapi juga mengambil kebijakan di masyarakat luas dan secara khusus di wilayah tanah Papua ini,” harap Rektor, saat diwawancarai awak media.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Indentifikasi Jalur Penyelundupan hingga Dugaan Keterlibatan Oknum Petugas

  Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk deteksi dini guna mengantisipasi maraknya upaya penyelundupan barang…

14 hours ago

ABR: Jangan Salah Gunakan Bantuan Pemerintah!

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., memberikan peringatan keras kepada seluruh aparat kelurahan…

15 hours ago

Fenomena El Nino,  79 Kampung di Dogiyai Terdampak

Ketergantungan warga terhadap pertanian subsisten membuat kerusakan tanaman holtikultura berpotensi mengganggu ketersediaan pangan keluarga

18 hours ago

Jangan Membangun Sebelum Ada Penanganan Pascabencana

  Abisai mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura saat ini masih melakukan berbagai upaya dan pembahasan terkait…

18 hours ago

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penipuan Jual Beli Motor

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean mengatakan,…

19 hours ago

Bupati Jayawijaya: CASN Jangan Buru-buru Ajukan Kredit Setelah Terima SK

Bupati menegaskan jika, mereka baru juga diangkat CASN masih ada langkah selanjutnya yang harus diikuti…

21 hours ago