Categories: FEATURES

Semangat IWD Mengingatkan Perjuangan Kesetaraan Belum Usai

Namun dalam beberapa tahun terakhir, ruang hidup tersebut mulai tergerus oleh kepentingan investasi dan penguasaan sumber daya alam. Banyak tempat yang selama ini menjadi ruang perempuan mencari makan dan mengelola pangan kini beralih fungsi.

Di sisi lain, kekerasan terhadap perempuan masih menjadi persoalan serius. Program Manager Lembaga Pengkajian dan Penguatan Kapasitas (LEKAT), Rori Marwani Ehaa, menyebut jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan masih tinggi. Bahkan, tidak sedikit kasus yang tidak tertangani secara maksimal.

“Kasus-kasus yang tidak tertangani bukan menurun, tetapi justru semakin banyak,” ujarnya.

Selain itu, akses terhadap pelayanan publik juga masih menjadi persoalan besar. Beberapa waktu lalu, misalnya, terjadi kasus seorang ibu yang meninggal dunia karena terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan dasar.

Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa perlindungan terhadap perempuan serta pemenuhan layanan dasar bagi masyarakat masih sangat terbatas. Di bidang politik, keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan juga masih rendah. Meski terdapat kebijakan yang mendorong keterwakilan perempuan sebesar 30 persen dalam partai politik, dalam praktiknya angka tersebut sering kali hanya menjadi syarat administratif.

“Bahkan ketika perempuan berada dalam struktur partai politik, suara mereka belum tentu memiliki pengaruh yang sama kuatnya dengan laki-laki,” katanya.

Dalam situasi seperti ini, peran perempuan justru menjadi semakin penting, terutama dalam membangun perubahan dari lingkungan terdekat. Perempuan atau mama-mama memiliki peran besar dalam memutus mata rantai kekerasan dan ketidakadilan terhadap perempuan.

Perubahan tersebut dapat dimulai dari ruang keluarga, melalui pola asuh yang adil dan tidak membedakan anak berdasarkan gender. “Memutus mata rantai kekerasan itu dimulai dari ruang keluarga,” ujarnya.

Menurutnya, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi perempuan Papua mulai dari konflik, kekerasan, hingga perebutan ruang hidup. Peringatan Hari Perempuan Internasional menjadi pengingat bahwa perjuangan masih panjang.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

21,400 Kg Ganja Dimusnahkan Satgas Pamtas RI-PNG 725/WRG dan Polres Jayawijaya

Komandan Satgas Pamtas RI-PNG 725/WRG Letkol Inf Muhamad Safril menyatakan meskipun saat iniTNI/POLRI sedang diberikan…

16 hours ago

Sering Minum Manis Saat Cuaca Panas? Hati-hati Loh

Kenapa Minuman Manis Kurang Tepat Saat Haus? Saat cuaca panas, tubuh kehilangan banyak cairan melalui…

17 hours ago

Razia di Lapas Kelas IIB Timika,  Sejumlah Barang Terlarang Diamankan

Puluhan personel gabungan dikerahkan, melibatkan Brimob Batalyon B Polda Papua Tengah, Satuan Sabhara, Satuan Narkoba,…

17 hours ago

Kejagung Sita Aset Febrie Adriansyah Senilai Rp 846 M

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menilai Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menunjukan sikap…

18 hours ago

Polres Mimika Tangkap Pelaku Rudapaksa Tiga Wanita di Kali Wania

Petugas membuntuti TN sejak dari pos penyekatan di wilayah Kwamki Narama sebelum akhirnya menyergap pelaku…

18 hours ago

Aksi Demo Tolak Tolak PSN dan Pencabutan SK Bupati Kembali Digelar

Tuntutan para pendemo tersebut sama dengan aksi demo sebelumnya yang menolak Program Strategis Nasional serta…

19 hours ago