Categories: FEATURES

Ingin Kuliah ke Kuliah Negeri, Nabung Untuk Bisa Beli Laptop

    Makin lama, makin banyak orang ngantri, tapi pemuda Papua itu masih saja dengan sabar melayani satu persatu hingga selesai. Sayapun sejenak tertegun, sambil mengawasi pemuda itu. Rasa penasaran muncul dan penuh tanya. Apa mungkin dia punya motivasi tersendiri sehingga bekerja sebagai penjual kopi?

   Sebuah profesi yang mungkin tidak banyak dilakoni oleh anak anak Papua pada umumnya.  Karena anak muda seusia dia semestinya ada di bangku sekolah atau kuliah jadi mahasiswa. Sayapun mendekat ingin mengetahuinya lebih jauh.

   “Kaka mau pesan apa?,”tanya pemuda  yang diketahui bernama Felix Numberi, Jumat (7/3).

“Boleh, saya pesan yang paling murah saja, yang 9000 itu,” ujarku memulai percakapan.

Dia menjual aneka menu kopi yang menjadi  favorit seperti americano, arabica susu, kopi caramel, hingga teh leci non-kopi.

    Singkat cerita, Felix Numberi ternyata memiliki cita-cita ingin melanjutkan pendidikan tinggi keluar negeri. Dengan harapan, mendapatkan beasiswa full dari pemerintah. Awalnya, setelah lulus SMA tahun 2020 lalu, dia kemudian  datang ke Jayapura untuk mengikuti kursus bahasa Inggris di salah satu tempat kursus di Sentani.

    Setelah itu, Felix memilih bekerja serabutan, jadi kuli bangunan, penambang emas hingga saat ini menjual kopi keliling. Sebelum melanjutkan kuliah, dia ingin membeli laptop. “Saya nabung dulu supaya bisa beli laptop,” katanya.

  Dia baru saja bekerja sekitar dua pekan sebagai penjual kopi, dari informasinya, dia akan digaji 1,6 juta plus bonus dari hasil penjualanya itu. Felix mengaku, ayah dan ibunya berprofesi sebagai ASN P3K. Keduanya baru diangkat pada 2017 lalu, sementara dia juga memiliki tiga saudaranya. Semuanya memiliki kemauan untuk sekolah. Namun keterbatasan ekonomi membuatnya memilih jalan berjuang sendiri.

   “Saya bilang ke orangtua, bapa mama fokus urus saudara yang lain, saya biar urus sendiri saja,”katanya lagi.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Empat Dekade Bertahan di Tengah Bara, Menyalakan Harapan Bagi Buah Hati

Setelah proses pembakaran selesai, batu bara tersebut dijual dengan harga sekitar Rp50 ribu hingga Rp80…

18 hours ago

Pemain Berharap Suporter  Tetap Berikan Dukungan

Pemain Persipura Jayapura, Rafael Sunuk meminta seluruh masyarakat Papua maupun pecinta Persipura untuk tetap memberikan…

1 day ago

Kabut Asap Kian Parah di Boven Digoel, Sekolah Diliburkan Tiga Hari

Kebijakan ini diambil menyusul kabut asap dan kondisi kualitas udara yang berpotensi membahayakan kesehatan serta…

1 day ago

Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya Targetkan Eliminasi MalariaTahun 2027

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya Rudi Aibesa, S.KM, M.Kes menyatakan pelatihan yang melibatkan dokter…

1 day ago

Kini di Mimika Beli Minyak Tanah Pakai Barcode

Melalui kebijakan baru ini, setiap warga yang sudah terdaftar berhak membeli minyak tanah hingga 20…

1 day ago

Seorang Mahasiswa Ditemukan Tewas di Pasar Lama Sentani, Diduga Dibunuh?

Seorang mahasiswa berinisial ND (27) ditemukan meninggal dunia di kawasan Pasar Lama Sentani, Kabupaten Jayapura,…

1 day ago