Setiap hari, dia selalu berjualan keliling, mulai dari Tanah Hitam, Waena, Cigombong Kotaraja. Sehari dia membawa 150 gelas kopi berbagai varian dengan harga yang berbeda tentunya. Semuanya terjual dan tidak ada yang dibawa pulang.
Kini dia sedang bergulat dengan nasib, mencoba melawan takdirnya, bercita cita ingin menjadi mekanik mobil yang handal kedepannya. Karena itu, keterbatasan yang terjadi saat ini, bukanlah halangan, bagi dia pendidikan menjadi salah satu jalan yang bisa merubah nasibnya kelak.
Felix, saat ini sudah berusia 24 tahun. Menurut dia, usianya sudah melewati batas maksimal untuk mendapatkan beasiswa di kampus negeri di dalam negeri. Karena itu, berjuang melalui jalur beasiswa luar negeri sedang ia perjuangkan saat ini. Semoga Tercapai. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Pelantikan sejumlah staf khusus ini oleh Fakhri menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Lantaran,…
"Total seluruh penduduk di wilayah Papua sebanyak 4,58 juta jiwa. Untuk Provinsi Papua sebanyak 1,10…
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses penerimaan bahan makanan, kebersihan dan kelayakan dapur, kondisi…
Penyusunan Renstra tersebut dibahas dalam dua kali rapat koordinasi lintas sektor. Rapat pertama dipimpin langsung…
BTM menegaskan, PDI Perjuangan menghormati keputusan dan kewenangan Gubernur Papua dalam membentuk struktur percepatan pembangunan…
“Kami akan usahakan lebih cepat dari waktu yang diberikan gubernur, ada beberapa yang harus diperbaiki.…