Ia menilai kondisi tersebut menjadi indikator bahwa ketahanan keluarga harus diperkuat melalui edukasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, lembaga keagamaan, lembaga sosial hingga media.
Kombes Fredrickus turut menekankan bahwa kesiapan keluarga dalam membangun rumah tangga sangat berpengaruh terhadap keselamatan dan perkembangan anak. Ia menyoroti pentingnya kesiapan calon ibu dari sisi mental maupun medis sebelum mengandung, serta kesiapan keluarga dalam mengasuh anak setelah lahir.
Menurut data Polresta, kategori yang mendominasi sepanjang 2025 meliputi penganiayaan, KDRT, dan pencabulan, yang disebutnya sebagai kondisi sangat memprihatinkan. Bahkan dua anak tercatat sebagai pelaku tindak pidana, yang menunjukkan adanya persoalan sosial lebih luas di masyarakat.
Terkait perlindungan saksi dan korban, Kapolresta mengakui masih banyak kekurangan. Meskipun lembaga perlindungan saksi dan korban sudah ada secara nasional, namun fasilitas di tingkat daerah sangat terbatas.
“Memang sudah ada lembaga perlindungan saksi dan korban, tetapi masih terpusat di Jakarta. Di tingkat kota kita belum memiliki rumah aman,” ungkapnya.
Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta saat ini masih berfokus pada penegakan hukum dan belum memiliki kemampuan untuk menjalankan fungsi perlindungan dan rehabilitasi secara menyeluruh.
Dimana dalam rapat ini tidak hanya dengan para guru, tapi dengan orang tua siswa. Ini…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan pemerintah daerah bersama dengan forkopimda dan DPRK Jayawijaya…
‘’Putusan pengadilan harus kita jalankan karena itu hukum bagi kita semua,’’ kata bupati Yoseph Bladib…
"Regulasi dalam pembiayaan Kopdes Merah Putih sudah sangat jelas baik dari dana desa dan negara…
Bupati Mimika Johannes Rettob pun menepis isu miring tentang pengelolaan dana divestasi saham PTFI tersebut…
Pihaknya, lanjut dia, telah meminta bantuan kepada Keamanan Laut (Kamla) dan Radio Pantai untuk kapal-kapal …