“Kalau nunggu pembeli datang ke toko, bisa rugi. Sekarang saya hubungi pelanggan lewat WhatsApp, kasih harga promo biar ada transaksi,” katanya. Menurutnya, dengan kondisi seperti ini ia tidak boleh menyerah hanya berjualan sambil menunggu pembeli, tapi juga harus aktif jualan secara online, barangnya bisa di posting di toko online.
Dikatakan, jika yang beli konsumen dari luar Papua, tetap dilayani yang penting jaga kualitas barang dan pengiriman. Dengan demikian, penjualan suvenir khas supaya tidak hanya menunggu orang datang saja, tapi bisa dijual secara online. Menurutnya, lesunya penjualan suvenir di Hamadi menjadi potret kecil dari lambatnya pemulihan ekonomi Kota Jayapura. Bukan hanya soal kurangnya wisatawan, tetapi juga dampak pemekaran daerah otonom baru yang mengubah alur perdagangan dan perputaran uang.
Produk-produk budaya seperti patung Asmat, mahkota bulu kasuari, tifa, dan lukisan serat kayu yang dulu menjadi incaran turis asin kini hanya menumpuk di rak-rak toko. Namun bagi H.Anto dan Parjo, semangat untuk bertahan tak pernah padam. “Selama masih ada orang yang cinta Papua, suvenir ini akan tetap hidup. Kami hanya butuh sedikit perhatian dan promosi supaya ekonomi bisa berputar lagi,” harap Parjo menutup pembicaraan.(*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kossay menyebut peristiwa ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi sarat makna strategis yang memunculkan beragam…
‘’Yang dia berikan kepada kami foto copy STNK. Aslinya tidak ditunjukkan. Kemudian BPKB juga tidak…
Kepada wartawan di Universitas Cenderawasih (Uncen) pada, Senin (20/1/2026) pria yang akrab disapa Pigai itu…
Nilai proyek pembangunan dermaga apung Marampa tahap IV yang tercantum dalam daftar pelaksana anggaran (DPA)…
Upacara yang dimulai pukul 08.00 WIT tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay,…
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bakal melakukan sidak terhadap perusahaan baja asal Tiongkok…