Namun dari keterangan dari penjaga toko jika kalau malam hari akses disitu ditutup, untuk itu kecil kemungkinan untuk digunakan jalur tersebut. Jadi, akses yang bebas bisa digunakan untuk menuju lokasi tersebut, anya disebelah kanan rumah/ruko orang tua korban. Hanya saja jika diteliti seksama maka akses ini sulit dilewati anak kecil mengingat pemaatangnya sempit dan rusak, rerumputan juga tinggi sehingga sulit untuk dilalui.
Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan telah mengambil keterangan dari 10 saksi. Polisi juga menyertakan alat lie detector atau alat untuk mengetes kebohongan. Alat ini biasa digunakan ketika terduga pelaku bersikeras tidak mengakui perbuatannya. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kapolres Jayawijaya AKBP. Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK untuk pengamanan pelaksanan FBLB sudah disusun…
Perombakan pejabat di lingkungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua diharapkan menjadi momentum memperkuat penegakan hukum di…
Program ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Jayapura kepada masyarakat dalam rangka memperingati Hari…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyatakan kesiapan memfasilitasi proses identifikasi kerangka jenazah korban Perang Dunia (PD)…
– Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Wali Kota Jayapura, Dr.…
Direktur Polairud Polda Papua, Kombes Pol. Dr. Tri Setyadi Artono, menjelaskan, peristiwa tersebut pertama…