

Pengunjung saat berbelanja di Pasar Sentral Hamadi, pada (22/2) lalu. Saat ini, harga cabai rawit di pasar tradisional turun menjadi Rp 60 ribu/kg. (foto: Priyadi/Cepos)
JAYAPURA – Sempat tembus angka Rp 150 ribu/kg, kini harga cabai rawit di pasar tradisional dijual dengan Rp 60 ribu/kg. Disusul harga komoditas pertanian lainnya.
Sulastri, pedagang komoditass pertanian di Pasar Sentral Hamadi mengatakan, harga cabai, tomat dan kol telah turun secara signifikan dalam beberapa hari terakhir.
“Harga komoditas pertanian sekarang sudah kembali normal, tidak seperti beberapa waktu lalu yang harganya sangat mahal,” kata Sulastri, Minggu (6/4).
Adapun harga komoditas yang kembali normal meliputi cabai rawit Rp 60 ribu/kg, cabai keriting dari harga Rp 60 ribu/kg kini turun menjadi Rp 50 ribu/kg, tomat Rp 5 ribu/kg dari sebelumnya Rp 10 ribu, bawang merah Arso dari Rp 50 ribu/kg menjadi Rp 38 ribu-40 ribu/kg.
Dengan harga yang kembali normal, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli komoditi pertanian dengan harga yang lebih terjangkau.
Hal senada juga dikatakan Syahrul, penjual komoditas pertanian di pasar Youtefa Abepura. Ia mengaku harga kembali normal sejak dua hari terakhir, namun dirinya tak menampik bahwa setiap saat harga bisa naik turun.
“Selama ini, komoditas pertanian di pasar tradisional masih disuplai dari luar Papua. Seperti cabai rawit, daun bawang, kol, bawang merah dan lainnya. Tanpa suplai dari luar, maka harga akan melonjak,” pungkasnya. (dil/fia)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Menurut Albert, peristiwa tersebut merupakan bentuk kelalaian yang mengakibatkan kerugian bagi daerah. "Aset ini dibeli…
Menurut Aflian, keberhasilan pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan oleh aparat kepolisian semata. Dukungan dan partisipasi…
Berdasarkan hasil penyelidikan awal otoritas kepolisian, pelaku melancarkan aksinya dengan skema yang terstruktur. Mereka menjanjikan…
Sebanyak 141 warga negara Indonesia (WNI) tercatat sedang menjalani proses hukum dan hukuman di Papua…
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta C. H. Rahangiar menjelaskan, koordinasi penanganan KLB…
Dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia (Bakom) pada Rabu (24/6), JAM Pidsus…