Categories: FEATURES

Harus Makin Maju dan Bersih, Warganya Beriman, Kamtibmas Terjaga

Harapan Masyarakat Terhadap Kota Jayapura yang Menginjak Usia ke-113 Tahun

Hari ini, Selasa (7/3), Kota Jayapura genap berusia 113 tahun. Usia lebih dari satu abad, harusnya sudah menjadi kota yang mapan dan nyaman bagi siapa saja yang menghuni kota di pesisir ini. Lantas apa harapan dan pesan komponen masyarakat Kota Jayapura di HUT Ke-113 Kota Jayapura?

 Laporan : Priyadi_Jayapura

Berbagai acara dan perlombaan digelar dalam rangka memeriahkan hari jadi Kota Jayapura Ke-113 Tahun. Tak hanya euforia perayaan hari ulang tahun yang meriah, tentunya juga banyak doa dan harapan di HUT Kota Jayapura di kalangan masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan lainnya.

   Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Ottow Geissler Papua, Aksa Hamadi,   berharap melalui HUT Ke-113 Kota Jayapura nilai toleransi umat beragama di Kota Jayapura bisa terus ditingkatkan lagi dan tingkat  kriminalitas bisa makin berkurang.

  Selain itu, masyarakat harus bisa mendukung program pemerintah, tentunya masyarakat jangan hanya meminta bantuan saja dari pemerintah, tapi seharusnya apa yang bisa dilakukan untuk pemerintah masyarakat juga harus bisa membantunya.

   Hal lainnya, terkait kebersihan lingkungan Pemerintah Kota Jayapura sudah lakukan dengan baik. Hanya saja kesadaran dari masyarakat yang kurang, karena masih ada oknum masyarakat yang membuang sampah di selokan dan ini harusnya dibuang pada tempatnya supaya tidak terjadi banjir dan kota terlihat kumuh.

   Hal senada juga dikatakan Ketua Asrama Yapen Putra Yansen Abon, dalam memperingati HUT Ke-113 Kota Jayapura, ia berharap Kota Jayapura bisa semakin maju dan sukses. Kedepan diharapkan persoalan kebersihan bisa terus ditingkatkan, masyarakat harus sadar jaga kebersihan dan Kamtibmas.

   Ketua DPRD Kota Jayapura Abisai Rollo juga  berharap HUT Ke-113 Kota Jayapura dan PI Di Tanah Tabi sama-sama di bulan Maret ini,  semoga tingkat  keimanan masyarakat bisa terus dibentuk sejalan dengan HUT Kota Jayapura. Selain itu, harus ada pembinaan kepada masyarakat untuk terus beriman, karena jika imannya sempurna tentu hal-hal negatif tidak dilakukan, dan harus bisa menjadi masyarakat yang betul-betul sangat sadar pembangunan Kota Jayapura.

  Dan kehidupan sebagai masyarakat tidak hanya satu orang saja, tapi harus ada kerjasama dengan masyarakat lainnya untuk membangun Kota Jayapura dan membuat Kota Jayapura tetap satu hati dalam membangun Kota untuk kemuliaan Tuhan.

 Diakui saat ini tantangan yang dialami tentu masih ada. Apa  yang dilakukan pemerintah sudah dilakukan dan masih ada juga yang harus dilakukan oleh pemerintah dalam pelayanan kepada masyarakat, yakni dalam kesejahteraan masyarakat.

   Sementara itu, Mantan Ketua GKI Klasis Port Numbay yang kini menjadi Ketua FKUB Kota Jayapura Pdt H. Carlos Mano mengaku, HUT Ke-113 Kota Jayapura memang masih ada tantangan yang dialami.

  Diantaranya,  sewaktu-waktu masih ada demo yang bisa menimbulkan konflik. Termasuk jika ada bencana sewaktu-waktu dan tantangan lain membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan.  Masyarakat juga diminta terus bersama-sama menjaga Kamtibmas.

  Terpenting, jangan sampai ada pengaruh dari luar yang merusak toleransi antar umat beragama dan jangan sampai kejadian konflik yang terjadi di luar Kota Jayapura, merembet ke Papua, terutama di Kota Jayapura..

    Ondoafi Kampung Kayu Pulo Frans Sibi  juga memiliki harapkan pada  HUT Ke-113 Kota Jayapura,   nilai kesatuan dan persatuan harus tetap dijaga dengan baik. Jangan ada kelompok-kelompok lain, tetap satu tanah air, satu bendera, dan satu Bahasa, jangan berpikir kelompok-kelompok.

   Rohaniawan pemimpin upacara umat agama Hindu Pinandita Putu Martana mengaku, HUT Ke-113 Kota Jayapura diharapkan dalam bermoderasi agama masyarakat bisa betul-betul memahami toleransi agama, saling menghormati, dan menerima pendapat perbedaan dari masyarakat yang mendiami Kota Jayapura rumah besar bagi masyarakat Kota Jayapura.

   Usia 113 tahun Kota Jayapura menurutnya, masih ada tantangan yang dihadapi. Diantaranya,  masih adanya masyarakat belum memahami apa itu moderasi beragama dan apa itu toleransi. Diharapkan dalam beragama tetap menjunjung tinggi kerukunan dan toleransi antar umat beragama.(*/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: BOKSKOTA

Recent Posts

Kondisi Fiskal Papua Makin Berat Pasca Pembentukan DOB

Fakhiri menegaskan, penguatan regulasi Otonomi Khusus menjadi penting agar pembangunan di Papua tetap berjalan meski…

2 hours ago

Akhirnya Tiga Warga Australia Dimejahijaukan

Ketiga terdakwa tersebut yakni J. Victor Davis yang merupakan pilot dari  pesawat Piper PA 23-250…

3 hours ago

Sebagian Pelaku dari Luar, Mabes Polri Turun Tangan

Penanganan kasus kerusuhan usai laga Persipura Vs Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, menemukan fakta baru.…

4 hours ago

Tak Hanya Sedih Motor dan Mobil Terbakar, Tapi Juga Beri Dampak Traumatis

Selasa (12/5) pagi kemarin, layanan posko pengaduan masyarakat di Polres Jayapura terlihat sudah didatangi masyarakat…

5 hours ago

Pulau Kimaam Tak Boleh Dikorek Untuk PSN

Dimana pihak perusahaan telah mendapatkan izin operasional dari pemerintah pusat. Tinggal langkah terakhir yaitu meminta…

6 hours ago

Dari Retorika Kebijakan Menuju Aksi Teknis

Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya krusial untuk mengkalibrasi ulang implementasi Otonomi Khusus…

7 hours ago