Categories: FEATURES

Jelang Pemilu Tak Ada Atraksi Barongsai, Tetap Buat Meriah Saat Chap Goh Meh

  Mengawali percakapan kami tentang makna Imlek di tahun 2024 dengan Shio Naga Kayu, lelaki Lansia itu menjawab dengan nada tegas dan semangat yang mengebu yaitu “Lewat kerja keras kita meraih rezeki di setiap kesempatan” katanya sambil tersenyum bangga, kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (3/2) siang itu.

  Seolah menandakan bahwa tahun ini, setiap usaha dan kerja keras yang dilakukan, pasti membuahkan hasil yang lebih baik. Untuk itu setiap kesempatan harus dihargai. “Tahun 2024 harus lebih optimis dari tahun-tahun sebelumnya, sekeras apapun tantangannya, memang dibutuhkan perjuangan yang keras pula, tetapi hasilnya sangat menjanjikan, ” jelasnya lagi.

  Ishak Montolalu juga menyampaikan bahwa, hal tersebut juga berdampak bagi perekonomian, meski perekonomian masih sangat bergantung pada Pemerintahan.  Apa lagi dimasa Pesta Demokrasi yang masih penuh dengan tanya, siapa presiden yang akan memimpin?  Tetapi yang jelas, apapun tantangannya dibutuhkan perjuangan dan kerja keras untuk hasil yang lebih baik.

  Khusus perayaan tahun baru Imlek sendiri, dirinya akui tidak ada perayaan meriah seperti yang dilakukan sebelumnya.  Dimana hal itu dilakukan karena bertepatan dengan minggu tenang, sehingga Ia juga mengimbau kepada setiap ikatan keluarga Tionghoa di Papua, khususnya di Jayapura untuk bersama-sama ikut mensukseskan pemilu.

  “Bahkan saya mengimbau kepada semua ikatan keluarga Tionghoa yang ada di Jayapura untuk dapat menggunakan hak pilihnya, karena suara kita menentukan kepemimpinan lima tahun berikutnya, ” papar Ishak lagi.

  Perayaan Imlek memang tidak seperti biasa, tetapi rutinitas kunjung-mengunjungi keluarga harus tetap berjalan, pemberian angpao, bahkan makan bersama, hingga makan di restoran tetap dilakukan.

   “Hanya kegiatan yang ramai-ramai, bersifat kegaduhan itu yang kita hindari, tetapi Imlek harus tetap semarak di hati kita,” tuturnya lagi.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

TP3C dan Staf Khusus Diharap Beri Masukan Objektif ke Gubernur

Pelantikan tersebut dilaksanakan setelah tiga bulan masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pasca dilantik…

1 day ago

Komisi X DPR Dorong Perluasan Akses dan Lokasi Sekolah Rakyat di Papua

“Banyak anak di Papua menghadapi hambatan, bukan hanya soal jarak sekolah, tetapi kondisi ekonomi keluarga.…

1 day ago

Sosok Polisi Bhabinkamtimas yang Jadi “Lentera” di Kampung Terapung

Mesin menderu pelan, membelah air tenang menuju Kampung Enggros, sebuah pemukiman unik yang berdiri di…

1 day ago

Satu Staf BPBD Meninggal, Janji Bangun Jalan dengan Nama Simon Pampang

Dari 139 Kampung dan kelurahan di Kabupaten Jayapura, ternyata masih ada kampung yang berada di…

1 day ago

Antisipasi Masuknya Super Flu di Pelabuhan dan Bandara

Ketua Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Orang BKK Jayapura, dr. Danur Widura, menyatakan bahwa…

1 day ago

Lampu Jembatan Merah Mati Gara-gara Kabel Dicuri

Kondisi ini menurutnya tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengendara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan…

1 day ago