“Apabila itu ada oknum anggota kami pasti akan kami proses,” tutupnya. Sementara itu, menyikapi isu pertambangan di Kampung Wakia, Distrik Mimika Barat Tengah ini, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Primus Natikapereyau, saat ditemui, Rabu (3/9) menyebutkan bahwa hal ini telah menjadi perbincangan yang berlangsung terus menerus.
Bahkan, persoalan tambang ilegal di Kampung Wakia ini semakin kompleks dengan rumitnya proses penyelesaiannya, masyarakat setempat pun menjadi korban atas kisruh ini. “Jadi itu juga ada tanggung jawab dari kami dan (pemerintah,red) provinsi untuk kerja sama (menyelesaikannya,red),” ungkap Primus.
Primus mengapresiasi langkah masyarakat yang berani menggagalkan upaya penyelundupan BBM jenis solar yang masuk ke Kampung Wakia, yang diduga untuk operasional tambang tersebut. Ia menegaskan, DPRK Mimika akan bekerja sama dengan pihak kepolisian serta instansi terkait dalam menangani persoalan itu. “Karena isu ini naik itu akhirya jadi perang suku atau tapal batas, padahal persoalannya itu tentang tambang ilegal di sana, di Kampung Wakia,” tutup Primus. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang bersama Bupati Keerom, Piter…
Oleh sebab itu polisi tidak akan membiarkan langkah-langkah yang akan dilakukan yakni dengan menyiapkan langkah…
Menurut Makzi, kualitas aparatur menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan berbagai program pemberdayaan…
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah…
Ketua Dewan Adat Kabupaten (DAK) Keerom, Jack Mekawa, mengimbau seluruh lapisan masyarakat adat di wilayahnya…
Frits secara khusus mengingatkan KNPB selaku pihak yang mengoordinasikan aksi agar berkomunikasi dan berkoordinasi…