“Apabila itu ada oknum anggota kami pasti akan kami proses,” tutupnya. Sementara itu, menyikapi isu pertambangan di Kampung Wakia, Distrik Mimika Barat Tengah ini, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Primus Natikapereyau, saat ditemui, Rabu (3/9) menyebutkan bahwa hal ini telah menjadi perbincangan yang berlangsung terus menerus.
Bahkan, persoalan tambang ilegal di Kampung Wakia ini semakin kompleks dengan rumitnya proses penyelesaiannya, masyarakat setempat pun menjadi korban atas kisruh ini. “Jadi itu juga ada tanggung jawab dari kami dan (pemerintah,red) provinsi untuk kerja sama (menyelesaikannya,red),” ungkap Primus.
Primus mengapresiasi langkah masyarakat yang berani menggagalkan upaya penyelundupan BBM jenis solar yang masuk ke Kampung Wakia, yang diduga untuk operasional tambang tersebut. Ia menegaskan, DPRK Mimika akan bekerja sama dengan pihak kepolisian serta instansi terkait dalam menangani persoalan itu. “Karena isu ini naik itu akhirya jadi perang suku atau tapal batas, padahal persoalannya itu tentang tambang ilegal di sana, di Kampung Wakia,” tutup Primus. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Wali Kota menegaskan bahwa penyelenggaraan Musrenbang merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem…
Terbaru, dalam putusan MA pada kasasi tersebut, pria yang akrab disapa HAN itu dipidana dengan…
“Bapak Bupati sampaikan salam kepada masyarakat kaum muslimin di setiap kampung yang menjadi rute safari…
Insiden ini memicu evaluasi terhadap mekanisme distribusi makanan dalam program MBG yang selama ini menjadi…
Ketua Umum Persiker Keerom, Piter Gusbager, yang hadir langsung menyaksikan pertandingan, memberikan apresiasi tinggi atas…
Lebih lanjut, Asep mengharapkan penindakan terhadap sembilan kepala daerah tersebut dapat memberikan pembelajaran kepada masyarakat…