Categories: FEATURES

Masyarakat Marah Datangi Bupati Hingga Merusak Pustu Minta Neisel Dikembalikan

“Pustu sempat dibongkar masyarakat ketika saya pergi sekolah lagi. Tidak ada petugas yang datang ke sana. Masyarakat marah dan bongkar pustu sampai saya kembali lagi. Keamanan juga sangat dijamin oleh masyarakat, dan aparat. Selama saya di atas aman-aman saja,” sambungnya. Selain melayani masyarakat di Kampung Semografi, Neisel juga kerap kedatangan pasien dari negara tetangga. Dirinya tak punya kuasa untuk menolak. Demi kemanusiaan, tangannya yang sudah kepalan itu tetap memberikan pelayanan.

*Berdamai dengan Kondisi*

Mengabdi 18 tahun bukankah waktu singkat. Mentalnya sudah ditempa begitu kokoh. Suka-duka sebagai nakes di daerah terpencil menjadi kisah inspiratif tersendiri bagi Neisel Monim. Hidup selama 18 tahun di Semografi dengan segala keterbatasan tak membuat Neisel menyerah. Sebagai satu-satunya Nakes di Kampung Semografi membuat Neisel jarang berjumpa dengan keluarga.

“Dulu sebelum ada jalan, kadang sampe 6 bulan bahkan 1 tahun baru pulang ke rumah. Sekarang ada jalan, kadang sebulan saya turun karena harus antar laporan ke Puskesmas dan ambil obat dan bama,” ucapnya.

“Di sini juga tidak ada listrik 24 jam, kami hanya menggunakan solar cell, jaringan internet juga terbatas hanya menggunakan jaringan BTS. Kadang kalau saya sakit ya urus diri sendiri, hidup di sini harus kuat,” sambungnya.

Meski terlihat kuat, tapi Neisel juga manusia biasa. Dia tergadang jenuh dan ingin menyerah. Tapi dia disadarkan oleh hati kecilnya. Dimana dirinya menjadi harapan satu-satunya bagi masyarakat Semografi.

“Saya yakin tidak akan ada yang tahan kerja di atas dengan tantangan begitu berat. Bahkan untuk turun ke Puskesmas Ubrub untuk ambil obat butuh perjuangan. Terkadang motor rusak di jalan karena jalannya berlumpur dan menunggu tumpangan berjam-jam. Apalagi saya memakai motor yang terbatas, harusnya ada motor trail untuk memudahkan pelayanan di atas,” ujarnya.

Meski begitu sulit, Neisel mengaku tetap menjalankan pelayanan kesehatan secara baik. Bahkan program nasional seperti stunting, imunisasi, cacingan, vitamin, germas, keluarga sehat, pertolongan persalinan tetap dijalankan dengan baik.

“Seperti tugas Nakes pada umumnya, saya memberikan pengobatan, memberikan makanan tambahan. Program sebenarnya banyak, tapi terhalang medan dan fasilitas motor atau mobil dan jalan yang susah. Di sini ikut juga menyukseskan program nasional,” ucapnya.

Dia berharap, kedepan semakin banyak nakes yang terpanggil jiwanya untuk mengabdi ke daerah terpencil. Jika profesi nakes khususnya dokter semakin komersil dan hanya mau di kota, menurutnya hal itu akan menghalangi cita-cita pemerataan akses kesehatan di seluruh Indonesia. (*).

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Kab. Jayapura Jadi Prioritas Pengembangan Jagung untuk Swasembada Pangan

Ia menjelaskan, melalui revisi besar kebijakan Presiden Republik Indonesia, program swasembada pangan kemudian diturunkan ke…

18 hours ago

Lagi Tempat Produksi Sopi Berhasil Dibongkar Polisi

Kasat Resnarkoba Polres Merauke melalui Kanit Opsnal Sat Resnarkoba Aiptu Ariyanto, S.Pd.I yang memimpin langsung…

19 hours ago

Mahasiswa Semester IV Ditemukan Meninggal Dunia di BTN Furia

Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay, S.I.K melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura, AKP Alamsyah Ali, S.H.,…

19 hours ago

Warga Kampung Kaliki Panen Buah Nanas, Ada yang Beratnya Sampai 6 Kg,

Hofni Balagaize, anggota Linmas Kampung Kaliki ditemui media ini disela-sela menjual hasil panen buiah nanas…

20 hours ago

Antusias Petani Nimbokrang Tinggi, 17 Hektare Jagung Sudah Tertanam

Ia menjelaskan, dari total 42 hektare lahan yang direncanakan untuk penanaman jagung, hingga kini 17…

20 hours ago

Tahun 2025, Ratusan Pasutri di Merauke Jadi Duda Janda

‘’Ditahun 2025 itu, kita ada tunggakan perkara dari tahun 2024 yang kita proses dan sidangkan…

21 hours ago