

(Melyana For Cepos) (Foto Melyana Pugu)
Jayapura Setelah Senja, Catatan Masalah Sosial dan Keamanan yang Belakangan Menghangat
Dengan luas Kota Jayapura 940 Km2 atau sejatinya berbagai persoalan sosial termasuk kejadian di lapangan bisa termonitor secara efektif. Namun nyatanya, banyak kejadian yang menunggu direspon setelah terposting di media sosial.
Laporan: Abdel Gamel Naser_Jayapura
Beberapa hari terakhir informasi yang ramai berseliweran di media sosial lebih banyak berisi pesan-pesan keamanan. Narasinya adalah kekhawatiran dan imbauan. Polanya juga sama, harus ada kalimat tertentu yang dimasukkan dalam narasi tersebut.
Isi postingan yang disebar termasuk lewat flyer salah satunya berkaitan dengan tindak kekerasan pencurian dengan kekerasan atau yang biasa disebut begal. Sanking sering dishare atau dibagikan akhirnya tercipta kekhawatiran yang membuncah dengan menggunakan diksi “darurat”.
Padahal untuk menerapkan kalimat ini butuh tahapan yang cukup panjang terutama ketika berkaitan dengan situasi pemberontakan atau kerusuhan dan gagal ditangani aparat keamanan dan pemerintah. Itupun harus dinyatakan resmi oleh pemerintah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (DISBUDPAR) Kabupaten Jayawijaya Engelbert Sorabut, S.Sos mengakui jika Pada H-2…
Penunjukan Asisten yang membidangi perekonomian dan pembangunan ini dilakukan oleh Bupati Markus Mansnembra setelah pejabat…
Dokter Tim Persipura, Benny Surapatty, menjelaskan bahwa MCU ini wajib dilakukan untuk memastikan kondisi fisik…
Lomba gerak jalan menyambut semarah Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten…
Pemerintah Kabupaten Tolikara melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar Kegiatan Advokasi dan…
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, L. Christian Sohilait mengatakan, realisasi anggaran sebesar 36 persen tersebut…