

Uskup Keuskupan Jayapura Mgr. Yanuarius Teofilus Matopai You, Pr (foto:Karel/Cepos)
Uskup Mgr. Yanuarius Teofilus Matopai You Soal Sinode Keuskupan Jayapura 2026
Menyongsong masa depan Gereja Katolik yang semakin kontekstual dengan realitas Tanah Papua, Uskup Keuskupan Jayapura akan menggelar Sinode Keuskupan Jayapura 2026. Kegiatan gerejawi berskala besar ini akan berlangsung satu minggu, 2–8 Februari 2026, dan akan dibuka di Gereja Juru Selamat Kotaraja, Kota Jayapura, Senin (2/2) hari.
Laporan: Karolus Daot_Jayapura
Sebanyak 300 utusan umat dari seluruh wilayah Keuskupan Jayapura dipastikan ambil bagian. Mereka terdiri dari para imam (pastor paroki), pimpinan kongregasi, biarawan dan biarawati, serta tokoh-tokoh awam yang akan bersama-sama merumuskan arah dan wajah pastoral Gereja Katolik Jayapura ke depan.
Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr. Yanuarius Teofilus Matopai You, menegaskan bahwa pelaksanaan Sinode ini merupakan puncak dari proses panjang yang telah dipersiapkan secara matang sejak dua tahun lalu.
“Sinode ini tidak muncul secara mendadak, tetapi telah dicanangkan sejak tahun 2024,” ujar Uskup Yanuarius yang akrab disapa Uskup Yan You, Sabtu (31/1).
Menurutnya, pencanangan tersebut menjadi awal dari proses berjalan bersama (sinodalitas) yang melibatkan seluruh lapisan umat. Sejak 2024, Gereja Katolik di Jayapura telah melalui berbagai tahapan, mulai dari tingkat Komunitas Basis Gerejawi (KBG), paroki, hingga dekanat.
“Proses sinodal dari bawah telah berjalan melalui musyawarah iman dan selebrasi di tingkat regional, hingga akhirnya kita sampai pada tahap puncak di tingkat Keuskupan pada tahun 2026 ini,” jelasnya.
Mgr. Yanuarius menekankan bahwa Sinode Keuskupan Jayapura 2026 merupakan respons Gereja terhadap kompleksitas persoalan yang dihadapi masyarakat Papua saat ini. Berbagai masalah krusial seperti konflik sosial, kekerasan, kemiskinan struktural, hingga degradasi lingkungan yang mengancam tanah leluhur menjadi perhatian serius dalam forum tersebut.
“Tanpa Sinode, Gereja berisiko terjebak dalam rutinitas pelayanan yang tidak lagi menjawab realitas Papua. Sinode adalah alat episkopal yang kontekstual untuk mendengarkan suara Roh Kudus melalui diskusi bersama, demi mengubah wajah pelayanan Gereja di tengah masyarakat,” tegas Uskup pertama putra asli Papua itu.
Dalam Sinode Keuskupan Jayapura 2026, terdapat tiga target utama yang ingin dicapai yakni, Pembaruan Visi dan Misi Gereja, dengan menetapkan visi “Membangun Gereja Misioner yang mandiri, partisipatif, solider, dan terlibat dengan semua pihak di tengah masyarakat.”
Penyusunan Rencana Strategis (Renstra), di mana hasil Sinode akan menjadi pijakan utama program kerja Keuskupan Jayapura untuk 15 tahun ke depan, yang akan dievaluasi secara berkala.
Pertobatan Pastoral, yakni ajakan bagi seluruh elemen Gereja untuk meninggalkan pola pikir lama yang eksklusif menuju pola pelayanan yang dialogis, terbuka, dan inovatif demi pewartaan Injil.
Page: 1 2
Menyikapi potensi gangguan keamanan jelang hari kemerdekaan. Pengamanan ketat akan diberlakukan secara menyeluruh, mencakup wilayah…
Danrem 174/Anim Ti Waninggap Brigjen TNI Mustakim, mengingatkan masyarakat Papua Selatan agar lebih bijak menyikapi…
Kemenag kini menghadirkan aplikasi AMAN, aplikasi ini bukan sekadar portal pengaduan biasa. Platform resmi…
Dalam lomba terdapat tiga kategori yang diperlombakan, yakni Tata Kelola SPPG Polri, Inovasi Kepala SPPG…
Pangdam mengatakan serah terima jabatan di lingkungan TNI Angkatan Darat merupakan bagian dari proses pembinaan…
Berdasarkan keputusan tersebut, Kabupaten Keerom menerima alokasi dana dengan rincian Tambahan DAU Rp 67.250.912.000, penyaluran…